Abaikan Hinaan di Medsos, Bupati Lotim Tetap Fokus Perjuangkan Nasib P3K Paruh Waktu ke Jakarta
Foto Ketua Barisan Pemuda Nusantara Lotim, Saparwadi (Dok. Istimewa)
Ketua Barisan Pemuda Nusantara Lotim, Saparwadi: "Beliau Tidak Membalas Dengan Kata-Kata, Tetapi Menjawabnya Dengan Pengabdian. Itulah Karakter Seorang Pemimpin Yang Memahami Bahwa Amanah Rakyat Jauh Lebih Penting Daripada Melayani Polemik Yang Tidak Membawa Manfaat "
Sigap News NTB | Lotim – Di tengah derasnya arus media sosial yang kerap diwarnai komentar bernada menyerang pribadi, Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., memilih tetap fokus menjalankan roda pemerintahan dan menuntaskan berbagai program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Alih-alih terlibat dalam polemik, orang nomor satu di Gumi Patuh Karya itu memilih menjawab berbagai kritik dengan kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Barisan Pemuda Nusantara Lotim Beri Apresiasi
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Barisan Pemuda Nusantara Kabupaten Lombok Timur, Saparwadi pada Rabu (22/7/2026). Menurutnya, keputusan Bupati Lotim untuk tidak menanggapi serangan pribadi dan tetap berkonsentrasi pada tugas pemerintahan mencerminkan kepemimpinan yang matang, berintegritas, serta mengutamakan kepentingan rakyat.
"Kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Bapak Bupati Haerul Warisin. Ketika ada pihak yang memilih menyerang pribadi beliau, Bapak Bupati justru memilih tetap bekerja. Beliau tidak membalas dengan kata-kata, tetapi menjawabnya dengan pengabdian. Itulah karakter seorang pemimpin yang memahami bahwa amanah rakyat jauh lebih penting daripada melayani polemik yang tidak membawa manfaat," ujar Saparwadi.
Ia menilai masyarakat Lombok Timur saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar terlibat dalam perdebatan di ruang digital. Karena itu, sikap Bupati Haerul Warisin yang tetap fokus menjalankan program pembangunan dinilai layak diapresiasi.
Fokus Perjuangkan PPPK Paruh Waktu
Menurut Saparwadi, salah satu bukti nyata keberpihakan Bupati kepada masyarakat adalah komitmennya memperjuangkan ribuan PPPK Paruh Waktu agar memperoleh kesempatan diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu.
"Di saat sebagian orang sibuk menghina, Bapak Bupati justru sedang memikirkan masa depan ribuan tenaga honorer yang selama ini mengabdi dalam ketidakpastian. Beliau memilih menghabiskan energi untuk memperjuangkan hak masyarakat, bukan membalas komentar yang tidak produktif. Inilah yang disebut kepemimpinan yang bekerja dengan hati," tegasnya.
Bupati: Saya Pernah Menjadi Tenaga Honorer
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, menegaskan bahwa fokus Pemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini adalah memastikan seluruh program unggulan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu prioritas yang terus diperjuangkan ialah penyelesaian status PPPK Paruh Waktu melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati Haerul Warisin mengatakan perjuangan tersebut bukan semata menjalankan kewajiban sebagai kepala daerah, tetapi juga berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai mantan tenaga honorer.
"Saya pernah menjadi tenaga honorer. Saya tahu bagaimana rasanya bekerja dengan penuh tanggung jawab, tetapi hidup dalam ketidakpastian. Karena itulah saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan mereka. Jalannya memang tidak mudah. Regulasi harus dipatuhi dan kemampuan fiskal negara menjadi tantangan. Namun selama masih ada ruang untuk berikhtiar, kami tidak akan berhenti memperjuangkan hak mereka," ujar Bupati Haerul Warisin.
Ia menegaskan akan terus mengawal aspirasi ribuan PPPK Paruh Waktu hingga memperoleh kepastian yang lebih baik.
"Selama saya memimpin, perjuangan kalian adalah perjuangan saya. Saya tidak pernah melupakan dari mana saya berasal. Saya pernah berada di posisi yang sama. Karena itu saya akan terus berupaya membuka setiap ruang yang memungkinkan agar PPPK Paruh Waktu memperoleh kesempatan menjadi PPPK Penuh Waktu sesuai kebijakan pemerintah," katanya.
Kepemimpinan yang Diukur dari Kerja Nyata
Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, sikap Haerul Warisin dinilai menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus ditunjukkan dengan membalas setiap kritik maupun hinaan. Seorang pemimpin akan lebih dikenang melalui keteguhannya menjaga amanah, keberanian mengambil tanggung jawab, serta konsistensinya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Bagi ribuan PPPK Paruh Waktu di Lombok Timur, komitmen tersebut menjadi harapan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, melainkan terus berupaya mengawal masa depan mereka melalui berbagai jalur yang memungkinkan sesuai kebijakan pemerintah.
Editor :M Amin