Masih Miskin? Ketahui 6 Sumber Rezeki Menurut Al-Qur'an oleh TGH. Ahmad Hulaifi, Lc., MH
Foto Suasana Pengajian Bulanan oleh TGH. Ahmad Hulaifi, Lc., MH & TGH. Lalu Fahrur Amin, S.Ag di Masjid At-Taqwa VIII Dusun Terutuk - Wanasaba, Dengan Dihadiri oleh Dewan H. Lalu Zaenul Hamdi, S.Pd, pada Jumat (26/12/2025) Pukul: 14.00 Wita (Dok. Pri
Dewan H. Lalu Zaenul Hamdi, S.Pd: “Ibu-Ibu Harus Izin Dulu Sama Suami. Jangan Sampai Berangkat Pengajian, Tetapi Pekerjaan Rumah Belum Selesai”
Sigap News NTB | Lombok Timur — Masjid At-Taqwa VIII Dusun Terutuk, Desa Wanasaba, menjadi tempat pengajian bulanan yang khidmat pada Jumat (26/12/2025) pukul: 14.00 Wita. Acara menghadirkan TGH. Ahmad Hulaifi, Lc., MH sebagai penceramah utama, dengan pengantar pengajian oleh TGH. Lalu Fahrur Amin, S.Ag. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Demokrat, H. Lalu Zaenul Hamdi, S.Pd., tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta jemaah NWDI se-Kecamatan Wanasaba.
RANGKAIAN ACARA DAN KEHADIRAN
Kegiatan dimulai dengan sambutan perwakilan masyarakat kemudian pengantar oleh TGH. Lalu Fahrur Amin, S.Ag yang menempatkan pengajian dalam konteks bulan Rajab. Suasana majelis dipenuhi jamaah laki-laki, perempuan, pelajar, dan pemuda. Kehadiran wakil rakyat menambah nuansa dialog antara semangat keagamaan dan aspirasi pembangunan setempat.
SAMBUTAN DEWAN H. LALU ZAENUL HAMDI, S.PD: KELUARGA, SEDEKAH, DAN JANJI PEMBANGUNAN
Dalam sambutannya H. Lalu Zaenul Hamdi, S.Pd memberi pesan praktis dan janji kerja nyata:
- Ia mengingatkan pentingnya musyawarah rumah tangga: “Ibu-ibu harus izin dulu sama suami. Jangan sampai berangkat pengajian, tetapi pekerjaan rumah belum selesai,” katanya.
- Ia menyampaikan apresiasi atas perkembangan madrasah dan sekolah setempat, serta mendorong warga tidak takut berinfaq: “Alhamdulillah perjuangan kita sudah berjalan. Jangan khawatir harta kita berkurang saat menyumbang,” ungkapnya.
- Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan komitmen merealisasikan janji kampanye termasuk perbaikan jalan dan irigasi, dengan catatan proses harus menunggu giliran perencanaan anggaran: “Misalnya jika Dusun Terutuk ingin hotmix, kami akan usahakan realisasinya. Namun harus sabar menunggu gilirannya,” janjinya dengan sungguh-sungguh.
PENGANTAR PENGAJIAN: MAKNA BULAN RAJAB
TGH. Lalu Fahrur Amin membuka kajian dengan menjelaskan posisi bulan Rajab sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Ia mengingatkan jamaah tentang peristiwa Isra’-Mi‘raj, sebuah peristiwa ghaib yang sebaiknya dipahami melalui kacamata iman, dan menegaskan inti peristiwa itu: turunnya perintah shalat 5 waktu kepada Nabi Muhammad SAW.
POKOK KAJIAN TGH. AHMAD HULAIFI: ILMU, SHALAWAT, PENDIDIKAN, DAN RIZKI
TGH. Ahmad Hulaifi menyampaikan beberapa pesan utama yang menggabungkan aspek ibadah, moral, pendidikan, dan usaha menjemput rizki:
1) Keutamaan Majelis Ilmu
Ia menekankan nilai besar hadir di majelis ilmu: duduk sebentar di majelis ilmu lebih utama dibanding melaksanakan seribu rakaat shalat sunnah. Menurutnya, hadir di majelis ilmu insya-Allah dicatat sebagai amal ibadah.
2) Keutamaan Solawat
TGH. Ahmad Hulaifi mengingatkan: membaca shalawat sebanyak 80 kali pada sore hari Jumat memiliki keutamaan ampunan dosa dan dicatat sebagai ibadah selama delapan puluh tahun.
3) Pendidikan Anak sebagai Tanggung Jawab
Ia menyerukan dukungan penuh terhadap pendidikan anak:
“Marilah mendukung anak-anak kita bersekolah setinggi mungkin. Itu adalah bakti kepada kedua orang tua, baik di dunia maupun akhirat,” pesannya. Ia mengingatkan bahwa kemampuan hidup saja tidak cukup tanpa pendidikan.
4) Menjaga Lisan: Hikmah dari Isra’-Mi‘raj
Mengutip bagian dari kisah Isra’-Mi‘raj, TGH. Ahmad Hulaifi menegaskan pentingnya berhati-hati dalam berkata: setiap ucapan tidak dapat ditarik kembali, sehingga sebelum berbicara hendaknya dipikirkan manfaatnya bagi dunia dan akhirat.
5) Asal Usul Perintah Shalat Lima Waktu
Ia menjelaskan bahwa perintah shalat awalnya berupa 50 waktu, lalu dikurangi menjadi 5 waktu; namun pahala lima waktu setara dengan pahala 50 waktu. Hal ini merupakan sebuah bentuk kelapangan syariat yang menekankan kewajiban dan konsistensi.
6) Enam Sumber Menjemput Rizki
Sebagai penutup kajian praktis, TGH. Ahmad Hulaifi merinci enam sebab datangnya rizki menurut Al-Qur’an:
"Rezeki Anda seret, mungkin hanya fokus dengan satu sumber yaitu bekerja. Supaya rezeki datang dari segala arah & tanpa disangka-sangka, maka ketahuilah 5 sumber rizki lainnya menurut Al-Qur'an", ungkap Tuan Guru muda & karismatik asal Desa Toya - Aikmel ini kepada para jemaah.
- Taqwa (menjaga hubungan baik dengan Allah SWT),
- Tawakal (usaha lalu menyerahkan hasil kepada Allah),
- Menjaga shalat lima waktu,
- Sedekah (jalan menjemput rizki yang sering diganti dengan kebaikan tak terduga),
- Perbanyak istighfar (membuka pintu rahmat dan keberkahan),
- Bekerja (ikhtiar nyata sebagai sumber penghasilan).
Ia menganjurkan agar keenam unsur ini dijalankan bersamaan untuk memaksimalkan keberkahan dunia dan akhirat.
Penutup: Harapan dan Tindak Lanjut
Pengajian bulanan di Dusun Terutuk menjadi medium penguatan spiritual sekaligus panggung aspirasi sosial. Pesan-pesan yang disampaikan mengajak jamaah untuk aktif di majelis ilmu, serius mengupayakan pendidikan anak, berhati-hati dalam bertutur kata, memperbanyak sedekah dan istighfar, serta berusaha sambil tawakal. Warga pulang membawa semangat baru dan harapan realisasi pembangunan yang dijanjikan oleh wakil rakyat.
Editor :M Amin