Pertama di Indonesia, KPU Lotim-Kemenag Terbitkan Modul Pendidikan Pemilu bagi Pemilih Pemula
Foto Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati, M.Hum (Dok. Istimewa)
Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati, M.Hum: "Bekerja Sama Dengan Beberapa Lembaga, Di Antaranya Dengan Kemenag, Yang Sudah Berjalan Yaitu Pembuatan Modul Buku Kurikuler Untuk Madrasah Aliyah Negeri Dan Swasta Se-Kabupaten Lombok Timur. Kemudian Ada Juga Kerja Sama Dengan Perguruan Tinggi, Itu KPU Menjadi Dosen Tamu Pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Yang Nanti Di Sana Ada Lima Pertemuan Yang Diisi Oleh KPU Sebagai Dosen, Termasuk Yang Akan Memberikan Nilai Kepada Mahasiswa"
Sigap News NTB | Lotim — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur terus memperluas pendidikan demokrasi kepada generasi muda, khususnya pemilih pemula. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur untuk menyusun dan menerbitkan modul pembelajaran pemilu berbasis kokurikuler bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) se-Kabupaten Lombok Timur.
Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati, M.Hum, mengatakan penyusunan modul tersebut merupakan bagian dari agenda KPU pada masa pasca tahapan pemilu dan pilkada.
Menurut Retno, pendidikan pemilu bagi pemilih pemula menjadi salah satu agenda penting KPU untuk membangun pemahaman demokrasi sejak bangku sekolah.
Empat Agenda KPU pada Masa Pascatahapan
Retno menjelaskan, setelah seluruh tahapan pemilu dan pilkada selesai, KPU tidak berhenti bekerja. Sejumlah agenda strategis tetap dilaksanakan, mulai dari evaluasi hingga pendidikan pemilih.
“Jadi kalau di KPU itu kan kita sudah masuk pada pasca tahapan yang ada beberapa agenda. Pertama, itu adalah evaluasi terhadap Pemilu dan Pilkada yang sudah dilaksanakan,” ujar Retno saat diwawancarai pada Selasa (6/10/2026).
Agenda berikutnya, kata dia, adalah Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta pemutakhiran data anggota dan pengurus partai politik.
Selain itu, pendidikan pemilu bagi pemilih pemula menjadi salah satu fokus yang terus didorong KPU.
“Ketiga adalah pendidikan Pemilu bagi Pemilih Pemula,” jelasnya.
Modul Kokurikuler untuk MAN dan MAS se-Lombok Timur
Salah satu bentuk konkret pendidikan pemilih tersebut diwujudkan melalui kerja sama KPU Lombok Timur dengan Kemenag Lombok Timur.
Kerja sama itu menghasilkan penyusunan modul buku kurikuler/kokurikuler pendidikan pemilu yang diperuntukkan bagi madrasah aliyah, baik negeri maupun swasta, di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur.
“Keempat yaitu bekerja sama dengan beberapa lembaga, di antaranya dengan Kemenag, yang sudah berjalan yaitu pembuatan modul buku kurikuler untuk Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta se-Kabupaten Lombok Timur,” kata Retno.
Ia menyebut, berdasarkan keterangan yang disampaikan KPU Lombok Timur, model kerja sama penyusunan modul pendidikan pemilu tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya yang telah dilakukan di Indonesia.
“Dan itu pun satu-satunya yang ada di Indonesia,” tegasnya.
Kehadiran modul tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bahan bacaan, tetapi dapat menjadi instrumen pembelajaran yang membantu siswa memahami demokrasi, pemilu, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pentingnya partisipasi politik yang bertanggung jawab.
Dengan demikian, pendidikan pemilu tidak hanya diberikan menjelang pelaksanaan pemilu, tetapi mulai ditanamkan sejak seseorang berada pada fase awal menjadi pemilih.
Gandeng Perguruan Tinggi, KPU Masuk Ruang Akademik
Tak hanya menyasar lingkungan madrasah, KPU Lombok Timur juga memperluas pendidikan demokrasi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
Retno mengungkapkan, KPU Lombok Timur saat ini menjalin kerja sama dengan empat perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diarahkan pada kegiatan edukasi demokrasi sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kepemiluan dan kehidupan demokratis.
Salah satu bentuknya adalah keterlibatan KPU dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Para peserta KKN misalnya ITKES Muhammadiyah, yang salah satu program kerjanya yaitu edukasi demokrasi bagi masyarakat pemilih pemula, pemilih marjinal, yang narasumbernya yaitu KPU,” jelas Retno.
Menurutnya, pola tersebut membuat pendidikan demokrasi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dibawa langsung ke tengah masyarakat.
KPU Jadi Dosen Tamu, Lima Pertemuan Bahas Kewarganegaraan
Kerja sama dengan perguruan tinggi juga dikembangkan melalui keterlibatan langsung KPU sebagai Dosen Tamu dalam mata kuliah Kewarganegaraan.
Dalam skema tersebut, KPU akan mengisi pembelajaran sebanyak lima kali pertemuan. Bahkan, KPU juga terlibat dalam proses penilaian mahasiswa.
“Kemudian ada juga kerja sama dengan perguruan tinggi, itu KPU menjadi Dosen Tamu pada mata kuliah Kewarganegaraan yang nanti di sana ada lima pertemuan yang diisi oleh KPU sebagai Dosen, termasuk yang akan memberikan nilai kepada mahasiswa,” terang Retno.
Model ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan institusi penyelenggara pemilu dengan dunia akademik sekaligus membangun literasi demokrasi secara lebih sistematis.
PDPB Triwulan III: Pemilih Lotim Tembus 1,05 Juta
Di tengah penguatan pendidikan pemilih tersebut, KPU Lombok Timur juga terus melakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Berdasarkan Rekapitulasi PDPB Triwulan III Tahun 2026, jumlah pemilih di Kabupaten Lombok Timur tercatat sebanyak 1.050.507 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 511.096 pemilih laki-laki dan 539.411 pemilih perempuan yang tersebar di 21 kecamatan dan 254 desa/kelurahan.
Data tersebut bersumber dari Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Timur Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penetapan Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.
Masbagik dan Pringgabaya Masuk Wilayah dengan Pemilih Terbesar
Berdasarkan rincian PDPB tersebut, Kecamatan Masbagik tercatat memiliki jumlah pemilih terbesar dengan 87.477 pemilih, terdiri atas 43.079 laki-laki dan 44.398 perempuan.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Pringgabaya dengan 84.929 pemilih, terdiri atas 41.139 laki-laki dan 43.790 perempuan.
Sementara itu, Kecamatan Selong yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Timur memiliki 71.987 pemilih, terdiri atas 35.085 laki-laki dan 36.902 perempuan.
Kecamatan Sikur tercatat memiliki 64.486 pemilih, Terara 60.583 pemilih, Wanasaba 56.263 pemilih, Aikmel 54.990 pemilih, Pringgasela 51.044 pemilih, dan Labuhan Haji 51.058 pemilih.
Adapun wilayah dengan jumlah pemilih paling sedikit adalah Kecamatan Sembalun, yakni 18.488 pemilih, terdiri atas 9.245 laki-laki dan 9.243 perempuan.
Pendidikan Pemilih Tak Berhenti pada Hari Pencoblosan
Langkah KPU Lombok Timur menggandeng Kemenag dan perguruan tinggi menunjukkan bahwa pendidikan pemilu diposisikan sebagai proses jangka panjang, bukan sekadar sosialisasi menjelang hari pemungutan suara.
Pemilih pemula yang mendapatkan pendidikan demokrasi sejak bangku madrasah diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai hak politik, proses pemilu, pentingnya menggunakan hak pilih, sekaligus mampu menyaring informasi politik secara kritis.
Sementara keterlibatan perguruan tinggi membuka ruang lebih luas bagi KPU untuk membangun diskursus demokrasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Dengan jumlah pemilih yang mencapai 1.050.507 orang, pendidikan pemilih di Lombok Timur memiliki cakupan yang strategis. Terlebih, kelompok pemilih pemula akan menjadi bagian penting dari wajah demokrasi pada masa mendatang.
Kerja sama lintas lembaga tersebut sekaligus menegaskan bahwa membangun demokrasi tidak hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu. Sekolah, madrasah, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya memiliki peran yang sama dalam melahirkan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Sumber data: KPU Kabupaten Lombok Timur, Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2026 dan Keputusan KPU Kabupaten Lombok Timur Nomor 20 Tahun 2026.
Editor :M Amin