Ketua Baznas RI Setujui Usulan “Rumah Sehat BAZNAS” Lotim, Namun Minta Target ZIS >20 Milyar
Foto Suasana Hangat saat Tarian Penyambutan Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA di Pendopo Bupati Lotim pada Kamis (12/11/2025) (Dok. Pribadi)
Waka 1 Baznas Lotim, H. Murjoko: "Untuk Periode 2026, Kami Akan Melakukan Pendekatan Kepada Para Aghniya & Para Penambang Pasir. Selain Itu, Kami Juga Menaruh Harapan Besar Kepada M. Aminullah Dari Sigap News Untuk Melakukan Pengumpulan Dana ZIS (Zakat, Infaq dan Sedekah) Yang Biasa Dilakukan Pada Safari Dakwah Peduli Palestina"
Sigap News NTB | Lombok Timur — Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA melakukan kunjungan kerja dalam rangka Survei Faktual Program Rumah Sakit Sehat Baznas (RSSB) Kabupaten Lombok Timur pada Kamis pagi (12/11/2025). Rangkaian kunjungan meliputi Rumah Sakit Masbagik (08.30 Wita), Rumah Sakit Labuhan Lombok (09.00 Wita), dan puncak acara di Pendopo Bupati Lotim (09.45 Wita). Kunjungan ini menghasilkan persetujuan awal atas usulan pengembangan konsep Rumah Sehat BAZNAS untuk Lotim. Sekaligus dorongan meningkatkan target pengumpulan ZIS lebih dari target Baznas Lotim sebesar Rp 20 Milyar.
Rangkaian kunjungan dan observasi lapangan
Rombongan Baznas RI melakukan peninjauan langsung ke fasilitas kesehatan yang menjadi kandidat program RSSB. Di RS Labuhan Lombok tim menyempatkan keliling hingga lantai 1 dan lantai 3 untuk menilai kesiapan sarana dan potensi pengembangan. Acara puncak di Pendopo Bupati dihadiri oleh para pejabat Baznas RI; Ketua Baznas Provinsi NTB Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA; Bupati Lotim Drs. H. Haerul Warisin, M.Si; Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM; Sekda Drs. H. Muhammad Taofik, M.A.P; serta kepala OPD dan pejabat daerah.

Bupati Lotim: apresiasi sekaligus catatan sosial-ekonomi
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si menyambut kunjungan dengan rasa syukur dan optimisme. Ia menegaskan karakter wilayah Lotim dengan luas 1.600 km² & jumlah penduduk mendekati 1,5 juta jiwa. Sekaligus menyampaikan target penurunan angka kemiskinan pada 2025. Bupati memberi gambaran capaian daerah dan tantangan fiskal:
“Ini merupakan momentum yang luar biasa. Kami mengucapkan selamat datang dan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadirannya. Harapan kami pada tahun 2025, angka kemiskinan dapat terus menurun. Meskipun terjadi pemotongan anggaran sebesar Rp402 miliar, syukurlah hadir program Dapur MBG yang jumlahnya terbanyak berada di Lombok Timur", ungkap Bupati yang kerap disapa H. Iron ini dengan senyum penuh optimisme.
"Saat ini, masyarakat kami masih mencatat 12,3 persen kategori miskin dan 3,2 persen miskin ekstrem. Pada bulan ini, kami telah menyiapkan bantuan sembako senilai Rp4 miliar, dan kami juga telah menyalurkan Rp20 miliar kepada 61 ribu pelaku UMKM di Lombok Timur,” tambah Bupati Lotim.
Bupati H. iron juga menegaskan bahwa cikal Rumah Sakit Labuhan Haji dibangun murni dari Dana Bazda pada 2013. Sehingga pengelolaan dan fokus pendanaan BAZNAS pada RS tersebut penting dilanjutkan, tanpa menggunakan APBD.
Ketua Baznas RI: dari “Rumah Sakit Sehat” ke konsep “Rumah Sehat BAZNAS”
Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengapresiasi langkah pemerintah daerah dan menilai hasil observasi menjanjikan meski fasilitas saat ini bertipe D (sekitar 70 kamar). Ia menyampaikan:
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pak Bupati. Alhamdulillah, tadi kami sudah berkeliling dari lantai 1 hingga lantai 3, dan insya Allah kondisinya cukup menjanjikan. Insya Allah, segera akan kita lakukan langkah-langkah berikutnya di bawah kepemimpinan Ibu Sa’idah. Istilahnya adalah Rumah Sehat BAZNAS, bukan Rumah Sakit Sehat BAZNAS" kata Ketua Baznas RI karismatik ini.
"Harapan saya, perolehan BAZNAS dapat mencapai lebih dari Rp 20 miliar dari BAZNAS Lombok Timur. Mengingat jumlah penduduknya yang besar. BAZNAS bekerja berlandaskan prinsip aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” tambah Prof. Dr. KH. Noor Achmad dengan penuh harap akan inovasi Baznas Lotim.
Pernyataan itu menempatkan perhatian pada dua hal: pengembangan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan peningkatan mobilisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Lombok Timur.
Target pengumpulan ZIS: strategi dan ambisi peningkatan
Wakil Ketua 1 Baznas Lotim, H. Murjoko, menanggapi harapan Ketua Baznas RI mengenai target minimal Rp 20 miliar per tahun. Ia memaparkan kondisi saat ini dan rencana peningkatan:
“Dana zakat yang terkumpul dari para pegawai di Lombok Timur mencapai Rp 15 miliar per tahun. Kami akui bahwa sejak kepengurusan sebelumnya, pengumpulan zakat belum maksimal, khususnya dalam menjangkau para aghniya (orang kaya), seperti para pengusaha besar dan pemilik toko-toko besar. Untuk periode 2026, kami akan melakukan pendekatan kepada para pihak tersebut, termasuk CV Sadhana Arifnusa serta para penambang pasir. Selain itu, kami juga menaruh harapan besar kepada M. Aminullah dari Sigap News, yang selama ini aktif melakukan penggalangan donasi untuk Palestina. Kami berharap Pak Amin dapat melakukan hal serupa, namun dengan fokus pada pengumpulan ZIS."
- H. Murjoko, Pimpinan Baznas Lotim yang bertanggungjawab akan pengumpulan ZIS.
Rencana tersebut mencakup pendekatan korporasi besar dan penggalangan intensif yang ditargetkan menjangkau kelompok donatur yang lebih luas.
Pendayagunaan: lumbung pangan, kesehatan, dan pemberdayaan umat
Direktur Pendayagunaan Baznas RI menekankan dimensi produktif dari program di Lotim dan pentingnya kolaborasi antar-stakeholder:
“Kegiatan kita di Lombok Timur berjalan sangat produktif. Banyak hal yang dapat dipersiapkan untuk pengembangan Lumbung Pangan, termasuk penguatan kebutuhan di bidang keuangan, aspek kesehatan, serta pemberdayaan umat di Lombok Timur. Seluruh upaya ini memerlukan kerja sama antarpemangku kepentingan serta kolaborasi yang baik. Semua ini kita lakukan sebagai bentuk pengelolaan zakat yang optimal dan untuk memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat,” ujar Direktur Pendayagunaan Baznas RI .
Pesan ini memperjelas arah Baznas: menggabungkan bantuan sosial dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Penutup: Dari Survei Ke Aksi Nyata
Survei faktual Baznas RI di Lombok Timur pada 11 Desember 2025 menandai titik awal penguatan layanan kesehatan berbasis zakat dan percepatan strategi pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pengumpulan ZIS. Persetujuan awal atas konsep Rumah Sehat BAZNAS dan target pengumpulan yang lebih tinggi akan membutuhkan perencanaan berjenjang, keterlibatan sektor swasta, serta kolaborasi aktif antar-stakeholder. Jika diikuti oleh langkah-langkah konkret, skema ini berpotensi menjadikan Lombok Timur sebagai model integrasi layanan kesehatan dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang memberi manfaat luas.
Editor :M Amin