Pemuda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Suralaga, Diduga Akibat Depresi Ibu Ingin Nikah Lagi

Foto Suasana Olah TKP oleh Kapolsek Suralaga Beserta Jajaran Bersama Tim Inafis Polres Lotim terkait Kasus Pemuda yang Tewas Gantung Diri di Suralaga, pada Jumat (29/8/2025) (Sumber Foto: AKP Nicolas Osman)
AKP Nicolas Osman: "Polres Lotim Mengajak Masyarakat Untuk Lebih Peduli, Saling Mendengarkan, Dan Memperhatikan Orang-Orang Di Sekitar Kita, Terutama Keluarga Serta Sahabat"
SIGAP NEWS NTB | Lombok Timur – Jumat pagi (29/8/2025) di Suralaga, Lombok Timur, dikejutkan dengan penemuan seorang pemuda berinisial MIT (20 tahun) yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam kamar rumah orang tuanya. Peristiwa memilukan ini sontak mengundang kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Korban yang sehari-harinya dikenal sebagai pemuda yang baru lulus SMA ini, pertama kali ditemukan oleh ibunya, Murtimah alias Inaq Safaatul Ummah (49). Seperti rutinitas setiap Jumat, sang ibu hendak membangunkan anaknya untuk berziarah ke makam keluarga. Namun, alangkah terkejutnya ketika mendapati putra tercinta telah tergantung dengan tali nilon biru yang terikat di besi terali jendela kamarnya.
“Begitu membuka pintu kamar, saya lihat anak saya sudah dalam keadaan tergantung,” ujar keterangan sang ibu dengan tangis pilu, menurut informasi dari pihak kepolisian. Jeritan minta tolong pun membuat warga sekitar berdatangan, termasuk saksi Rizal Basri (19) yang ikut membantu menurunkan tubuh korban dan membaringkannya di dalam kamar.
Kapolsek Suralaga beserta jajaran bersama Tim Inafis Polres Lotim segera turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan memastikan penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan tanda-tanda kuat bahwa korban meninggal akibat bunuh diri. Keluarga korban sendiri menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah telah dimakamkan usai salat Jumat, di pemakaman umum Desa Bagik Payung.
Diduga Karena Depresi
Dari keterangan awal Kapolsek Suralaga, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikis. Informasi yang dihimpun menyebutkan korban mengalami depresi setelah hubungan asmaranya kandas, ditambah kondisi keluarga yang sedang menghadapi perubahan besar dengan rencana pernikahan kembali ibunya pasca ditinggal wafat sang ayah.
Situasi yang begitu menekan diduga membuat korban memilih jalan tragis tersebut.
Polisi Himbau Warga Tingkatkan Kepekaan
Menanggapi kasus ini, Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman menyampaikan himbauan penting kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kasus bunuh diri bukan sekadar tragedi personal, melainkan juga peringatan bagi lingkungan sekitar agar lebih peka terhadap kondisi orang-orang terdekat.
“Setiap individu bisa menyimpan beban yang tidak terlihat. Terkadang mereka tersenyum di luar, tetapi hancur di dalam. Oleh karena itu, Polres Lotim mengajak masyarakat untuk lebih peduli, saling mendengarkan, dan memperhatikan orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga serta sahabat,” tegas AKP Nicolas Osman.
Ia juga mengingatkan bahwa kejadian serupa dapat dicegah jika ada ruang komunikasi yang terbuka, dukungan moral, dan kepekaan sosial dalam melihat tanda-tanda depresi.
Himbauan Kades Bagik Payung, H. Hidir:
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Bagik Payung, H. Hidir, yang mengaku terkejut atas peristiwa ini. Menurutnya, korban merupakan warganya yang berdomisili di TKP. Korban dikenal sebagai pemuda kreatif, pendiam, aktif berolahraga, serta memiliki usaha madu.
“Kami heran kenapa anak ini bisa sampai seperti itu. Padahal dia berbakat, bahkan sempat ikut pawai dan dikenal lihai bermain badminton. Kepada masyarakat, khususnya para orang tua, kami minta agar lebih peka dan selalu mengawasi anak-anak remaja. Zaman sekarang tingkat stres sangat tinggi, jadi pengawasan dan kepedulian sangat penting,” jelasnya.
Pesan Inspiratif dari Peristiwa Tragis
Meski peristiwa ini begitu menyayat hati, namun menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Kematian Ilham di usia muda mengingatkan kita semua betapa pentingnya kesehatan mental, kepedulian sosial, serta kasih sayang dalam keluarga dan lingkungan.
Tragedi ini diharapkan dapat membuka mata banyak pihak bahwa membangun komunikasi dan memberikan perhatian tulus bisa menjadi “tali penolong” bagi mereka yang tengah berada di jurang keputusasaan.
Polres Lombok Timur juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong terbangunnya lingkungan yang peduli, penuh empati, dan saling mendukung.
Editor :M Amin