Bupati HW Puji Sambelia yang Tetap Dialiri Air Saat 11 Kecamatan di Lotim Dilanda Kekeringan
Foto Suasana Saat Gawe Adat Selametan Otak Reban di Desa Sambelia, Yang Dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, Senin (19/10/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin: "Pemerintah Harus Menjadi Tempat Bagi Masyarakat Untuk Mengadu Dan Menyampaikan Aspirasinya"
Sigap News NTB | Lotim — Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri tradisi Gawe Adat Selametan Otak Reban di Desa Sambelia, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri keberkahan alam, menjaga lingkungan, sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat.

Dalam perjalanan menuju lokasi acara, Bupati melihat aliran sungai di Sambelia yang tetap mengalir sepanjang musim. Kondisi itu menjadi perhatian karena hampir 11 kecamatan di Lombok Timur saat ini mengalami kekeringan, sedangkan Desa Sambelia disebut tidak terdampak.

Foto Suasana Saat Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si Yang Ditemani Oleh Kadis Pertanian Lotim (Lalu Fathul Kasturi, SP) Bersama Camat Sambelian (Mastur, SP., M.Si) Gawe Adat Selametan Otak Reban di Desa Sambelia, Senin (20/10/2026) (PKP Lotim)
Sungai Mengalir, Bupati Tekankan Pentingnya Menjaga Alam
Bupati Haerul Warisin menilai keberadaan sumber air di Sambelia merupakan anugerah Allah SWT yang patut disyukuri dan dijaga bersama.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, termasuk tidak merusak alam dan menebang pohon secara liar.
Karena itu, Gawe Adat Selametan Otak Reban diharapkan tidak hanya menjadi tradisi turun-temurun, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya alam.
Pemerintah Terbuka terhadap Aspirasi Masyarakat
Selain sebagai ajang syukur dan silaturahmi, Bupati berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan para kepala desa untuk menyampaikan kebutuhan serta persoalan yang dihadapi.
“Pemerintah harus menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengadu dan menyampaikan aspirasinya,” terangnya.
Ia menegaskan, pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Karena itu, komunikasi langsung antara pemerintah dan warga penting agar kebutuhan pembangunan di tingkat desa dapat diketahui.
Petani Sambelia Harapkan Peningkatan Jalan Usaha Tani
Kepala Desa sekaligus Ketua Adat Sambelia, H. Moh. Kahar, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan, para petani menyambut baik Selametan Otak Reban karena tradisi ini menandai dimulainya pengelolaan lahan dan penebaran benih, khususnya untuk musim tanam padi.
Dalam kesempatan itu, H. Moh. Kahar juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, terutama kebutuhan peningkatan jalan usaha tani untuk menunjang akses menuju lahan dan aktivitas pertanian.
Kawasan Sungai Berpotensi Dikembangkan sebagai Wisata
Moh. Kahar turut menyinggung potensi pengairan dan kawasan sungai di Sambelia. Selain digunakan untuk irigasi persawahan, bantaran sungai setempat kini menjadi destinasi wisata yang dikunjungi warga dari dalam maupun luar Sambelia.
Potensi tersebut dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber air.
Santunan Anak Yatim Menutup Kegiatan
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim secara simbolis.
Tradisi Selametan Otak Reban menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, menjaga lingkungan, dan menyampaikan aspirasi pembangunan. Di tengah persoalan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Lombok Timur, keberadaan sumber air di Sambelia sekaligus menegaskan pentingnya menjaga alam agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.
Editor :M Amin