Ledakan Tabung Elpiji 3 kg di Desa Perigi Lotim: Seorang Warga Alami Luka Bakar dan Dirujuk ke RS
Foto Suasana Evakuasi Korban Ledakan Tabung Gas LPG 3 Kg di Perigi Suela, pada Rabu (3/12/2025) (Kapolsek Suela, Iptu I Gusti Ngurah Rai)
Kasi Humas Polres Lotim, AKP Nicolas Osman: "Keselamatan Rumah Tangga Sering Ditentukan Oleh Kebiasaan Kecil Sehari-Hari. Pastikan Sambungan Tabung Dan Selang Dalam Kondisi Baik. Kemudian Matikan Knop Kompor Jika Tidak Digunakan. Serta Selalu Sediakan Ventilasi Yang Memadai Di Dapur"
Sigap News NTB | Lombok Timur — Terjadi ledakan tabung elpiji 3 kg di rumah seorang warga di Dusun Bukit Durian Utara, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur pada Rabu (3/12/2025). Peristiwa ini menyebabkan pemilik rumah menderita luka bakar dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Polres Lotim:
- Sekitar pukul 09.00 WITA, korban menyalakan kompor gas di dapur untuk memasak, namun kompor tidak menyala meskipun knop dalam posisi ON.
- Korban EA kemudian pergi ke Puskesmas Labuhan Lombok untuk menjenguk anggota keluarga yang sedang dirawat. Setelah sekitar 30 menit, korban kembali ke rumah.
- Sekitar pukul 10.00 WITA, ketika korban menyalakan kembali kompor, terjadi ledakan tiba-tiba di dapur. Korban keluar sambil berteriak meminta tolong. Warga dan aparat desa segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Suela menggunakan ambulans desa Perigi.
Kondisi Medis dan Rujukan
Berdasarkan pemeriksaan awal di Puskesmas Suela oleh dr. Luluk, korban mengalami luka bakar pada wajah, leher, kedua tangan, dan lutut dengan estimasi luas luka mencapai 36%. Mengingat luas dan lokasi luka, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, untuk perawatan lebih intensif.
Tindakan Kepolisian
Polres Lombok Timur mencatat langkah-langkah awal penanganan sebagai berikut:
- Pemeriksaan dan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
- Verifikasi kondisi korban di Puskesmas Suela.
- Dokumentasi bukti dan pengambilan keterangan saksi.
- Pelaporan kejadian kepada atasan terkait untuk tindak lanjut.
Temuan Awal Penyebab Ledakan
Dari pemeriksaan TKP terungkap sejumlah faktor yang berkontribusi:
- Sebelumnya kompor tidak menyala pada posisi knop ON, yang mengindikasikan kemungkinan kebocoran gas saat itu.
- Ruang dapur milik korban tertutup dan minim ventilasi sehingga memungkinkan gas terakumulasi sebelum percikan api saat penyalakan berikutnya memicu ledakan.
- Berdasarkan data saat ini, kejadian tampak merupakan kecelakaan akibat kelalaian penggunaan elpiji, bukan indikasi tindak pidana.
Pernyataan dan Himbauan dari Kasi Humas Polres Lombok Timur
Kasi Humas Polres Lotim, AKP Nicolas Osman, menyampaikan pernyataan dan himbauan sebagai berikut:
“Kejadian ini menjadi pengingat serius: keselamatan rumah tangga sering ditentukan oleh kebiasaan kecil sehari-hari. Pastikan sambungan tabung dan selang dalam kondisi baik. Kemudian matikan knop kompor jika tidak digunakan. Serta selalu sediakan ventilasi yang memadai di dapur. Kepada keluarga korban dan warga Desa Perigi, kami menyampaikan rasa empati. Polres bersama perangkat desa siap melakukan sosialisasi singkat tentang cara mengecek kebocoran gas dan langkah tanggap darurat. Mari jadikan peristiwa ini momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling melindungi satu sama lain. Semoga saudari Eli segera pulih.”
Rekomendasi Pencegahan Singkat
Berdasarkan temuan lapangan, langkah pencegahan yang dianjurkan:
- Pastikan ventilasi dapur cukup sebelum menyalakan kompor gas.
- Jika kompor tidak menyala saat knop ON, matikan knop, buka ventilasi, dan periksa bau gas sebelum mencoba menyalakan kembali.
- Periksa kondisi selang dan regulator secara berkala; ganti jika ada kerusakan atau keausan.
- Sediakan alat pemadam sederhana dan catat nomor darurat setempat.
- Lakukan sosialisasi keselamatan penggunaan elpiji di tingkat dusun/desa secara berkala.
Penutup
Polres Lotim dan aparat Desa Perigi telah melakukan pemeriksaan awal, dokumentasi, dan memastikan korban mendapat rujukan medis. Kasus ini dicatat sebagai kecelakaan rumah tangga dengan penyebab sementara, akibat akumulasi gas di ruang tertutup dan kelalaian saat menyalakan kompor gas. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejadian serupa.
Editor :M Amin