Maraknya Judol & Konten Medsos Erotis, Dinsos NTB & ForumNTB Makmur Mendunia Gelorakan Karang Taruna
Foto Suasana Pertemuan Antara Forum NTB Makmur Mendunia dengan Dinsos Provinsi NTB, Dalam Rangka Revitalisasi Karang Taruna & Desa Berdaya, Jumat (28/8/2026) (Sukarman Riadi)
Ketua Karang Taruna Mataram Timur 1999, Datok M. Irwan Prasetya: "Karang Taruna Adalah Benteng Terdepan Anak Muda. Ketika Remaja Disibukkan Dengan Kegiatan Dosial Yang Bermanfaat, Olahraga & Ruang Berkarya, Pengaruh Negatif Lingkungan Dengan Sendirinya Akan Terbentengi. Mereka Butuh Wadah Positif Untuk Menyalurkan Energi Mudanya"
Sigap News NTB | Mataram — Upaya memperkuat perlindungan sosial dan membangun ruang positif bagi generasi muda di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali digelorakan. Dinas Sosial Provinsi NTB bersama Forum NTB Makmur Mendunia membahas penguatan sinergi lintas elemen masyarakat, termasuk rencana revitalisasi Karang Taruna sebagai wadah pemberdayaan dan aktivitas positif pemuda.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi dan silaturahmi antara Forum NTB Makmur Mendunia dengan jajaran pimpinan Dinas Sosial Provinsi NTB di Kota Mataram, Jumat (28/8/2026), sekitar pukul 10.30 WITA.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, namun tetap membahas sejumlah persoalan sosial yang dinilai membutuhkan perhatian serius, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan generasi muda.
Dinsos NTB Buka Ruang Kolaborasi
Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi NTB, Sabri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Forum NTB Makmur Mendunia sekaligus menegaskan keterbukaan Dinsos NTB untuk membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan sosial sekaligus memperkuat pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat.

Dari pihak Forum NTB Makmur Mendunia, pembukaan disampaikan Juru Bicara Forum, Zolkifli Mustafa, S.H.
Selanjutnya, Ketua Forum NTB Makmur Mendunia, Dr. Ahmad Maksum Riadi, M.Pd, memaparkan gagasan dan arah kerja sama strategis antara forum dengan Dinas Sosial NTB.
Paparan tersebut kemudian diperkuat Sekretaris Jenderal Forum NTB Makmur Mendunia, Fery Fahrial, S.E, yang menjelaskan kesiapan teknis dan keorganisasian forum dalam mendukung implementasi program di lapangan.
Soroti Ancaman Sosial yang Mengintai Remaja
Dalam diskusi, kedua pihak turut menyoroti berbagai fenomena sosial yang berkembang di kalangan generasi muda, terutama dampak negatif penggunaan media sosial.
Sejumlah persoalan seperti keterlibatan remaja dalam judi online (judol), maraknya konten atau aksi bernuansa erotis demi popularitas digital, serta dinamika perilaku dan identitas remaja menjadi bagian dari isu yang dinilai membutuhkan pendekatan secara serius, inklusif, humanis, dan terpadu.
Jajaran pimpinan Dinas Sosial Provinsi NTB menekankan bahwa persoalan sosial tidak dapat ditangani pemerintah seorang diri.
“Kekuatan pemerintah saja tidak cukup. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pelayanan sosial. Kita tidak hanya menangani gejala, tetapi harus merangkul dan menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ujar Perwakilan Dinsos NTB.
Dinsos NTB menyambut positif inisiatif Forum NTB Makmur Mendunia yang menaungi berbagai organisasi dari lintas profesi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat jaring pengaman sosial berbasis komunitas sekaligus menghadirkan pendampingan psikososial yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kawal Program Desa Berdaya
Pembahasan tidak hanya berfokus pada persoalan generasi muda. Kedua pihak juga menyepakati komitmen untuk mengawal Program Desa Berdaya yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB.
Forum NTB Makmur Mendunia menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis dalam mendampingi desa-desa sasaran, khususnya dalam memperkuat ekonomi keluarga penerima manfaat.
Pendampingan tersebut juga diarahkan untuk memastikan bantuan sosial dapat diterima masyarakat yang berhak, tepat sasaran, dan memberikan dampak berkelanjutan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Tiga Agenda Strategis Disepakati
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi perhatian bersama.
Pertama, penguatan Desa Berdaya. Forum akan mendorong pendampingan partisipatif untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan bantuan sosial secara berkelanjutan.
Kedua, penanggulangan persoalan sosial remaja. Upaya tersebut diarahkan melalui kajian serta langkah preventif dan rehabilitatif lintas profesi untuk membendung berbagai pengaruh negatif media sosial, termasuk judi online, konten seksual atau erotis, serta berbagai perilaku berisiko pada remaja.
Ketiga, revitalisasi Karang Taruna. Organisasi kepemudaan di tingkat desa dan kelurahan tersebut didorong kembali menjadi ruang aktivitas positif bagi generasi muda melalui kegiatan olahraga, sosial, kreativitas, dan pemberdayaan.
Menghidupkan Kembali Roh Karang Taruna
Salah satu bagian penting dalam pertemuan tersebut adalah refleksi sejarah mengenai peran Karang Taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda.
Refleksi itu disampaikan Datok M. Irwan Prasetya, Ketua Karang Taruna Mataram Timur pada 1985 sekaligus penerima penghargaan Karang Taruna Terbaik Nasional pada 1989 dari Presiden Soeharto.
Ia menyoroti semakin redupnya gaung Karang Taruna di sejumlah wilayah dan pentingnya mengembalikan organisasi tersebut kepada peran awalnya sebagai wadah pemberdayaan sekaligus benteng bagi generasi muda.
“Karang Taruna adalah benteng terdepan anak muda. Ketika remaja disibukkan dengan kegiatan sosial yang bermanfaat, olahraga, dan ruang berkarya, pengaruh negatif lingkungan dengan sendirinya akan terbentengi. Mereka butuh wadah positif untuk menyalurkan energi mudanya,” tegas Datok Irwan.
Menurutnya, keberadaan ruang kreatif dan kegiatan sosial di tingkat komunitas dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang produktif.
Dinsos NTB Siap Tindak Lanjuti Revitalisasi
Gagasan tersebut mendapat respons dari Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial NTB, Subhan Hasan.
Ia menyatakan akan menindaklanjuti hasil diskusi tersebut untuk merumuskan langkah konkret dalam mengaktifkan kembali peran Karang Taruna di berbagai wilayah NTB.
Revitalisasi Karang Taruna diharapkan dapat menjadikan organisasi tersebut sebagai pusat aktivitas generasi muda yang produktif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial di tingkat tapak.
Menuju MoU dan Pilot Project
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk menyusun rancangan kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang akan memuat program secara lebih rinci.
Kerja sama tersebut selanjutnya diarahkan pada pelaksanaan program percontohan atau pilot project di sejumlah desa terpilih di NTB.
Langkah tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat perlindungan sosial, memberdayakan desa, serta menghadirkan ruang yang sehat dan produktif bagi generasi muda di Nusa Tenggara Barat.
Editor :M Amin