Fitnah! Ketua FRIC Lotim Tegaskan Tidak Pernah Menghubungi Pejabat Manapun Terkait Daftar Nama
Foto Tangkapan Layar Nama Media PJ Limbah B3 Lotim, yang Ditulis oleh Satu Media dan Merupakan Fitnah, pada Rabu (6/5/2026) (Dok. Pribadi)
Ketua FRIC Lotim: “Tidak Pernah Mengirimkan Daftar Nama Tersebut Ke Pejabat Manapun. Apalagi Meminta Dana Publikasi Untuk Kepentingan Project Publikasi Limbah B3 Di Puskesmas”
Sigap News NTB | Lotim — Beredarnya daftar nama yang mencatut sejumlah wartawan sebagai Penanggung Jawab (PJ) project limbah B3 di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Lombok Timur menuai kehebohan di kalangan insan pers. Daftar tersebut memuat 12 nama wartawan dari berbagai media lokal NTB dan memunculkan dugaan adanya praktik pencatutan nama untuk kepentingan tertentu, pada Rabu (6/5/2026).
Di tengah ramainya isu tersebut, Ketua Organisasi Wartawan FRIC Lombok Timur memberikan klarifikasi tegas. Ia menegaskan bahwa daftar nama yang beredar bukanlah daftar resmi, melainkan hanya obrolan rencana yang sempat dikirim ke grup internal organisasi wartawan FRIC Lotim.
Klarifikasi Tegas Ketua FRIC Lotim
Ketua FRIC Lotim menepis keras tudingan bahwa pihaknya pernah mengirim daftar nama tersebut ke pejabat mana pun, apalagi meminta dana publikasi untuk kepentingan project limbah B3 di Puskesmas.
“Tidak pernah mengirimkan daftar nama tersebut ke pejabat manapun. Apalagi meminta dana publikasi untuk kepentingan project publikasi limbah B3 di Puskesmas,” tegasnya.
Ia juga membantah telah menghubungi kepala puskesmas terkait daftar nama tersebut. Menurutnya, tidak pernah ada upaya menjual nama-nama wartawan ke pihak Puskesmas maupun Dinas Kesehatan Lombok Timur.
“Tidak pernah menghubungi Kapus manapun terkait daftar nama tersebut. Apalagi menjual nama-nama wartawan ke Puskesmas/ Dikes Lotim,” lanjutnya.
Hanya Obrolan Internal, Bukan Daftar Resmi
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa daftar yang beredar hanyalah bahan obrolan awal di grup khusus Organisasi Wartawan FRIC Lotim dan tidak layak dipahami sebagai keputusan organisasi.
“Itu hanya obrolan rencana saja, yang dikirimkan ke group khusus Organisasi Wartawan FRIC Lotim. Dan daftar nama itu tidaklah benar,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa tidak ada mandat resmi dari organisasi wartawan untuk menempatkan nama-nama tertentu sebagai PJ project limbah B3 di Puskesmas se-Lombok Timur.
Imbauan: Kroscek ke Redaksi dan Dinas Terkait
Menanggapi situasi tersebut, organisasi profesi wartawan FRIC di Lombok Timur diimbau segera menelusuri kasus ini agar tidak semakin liar. Pihak Puskesmas juga diminta lebih berhati-hati jika menerima pihak yang mengatasnamakan wartawan dan meminta uang terkait publikasi project limbah B3.
Kemudian kepada Media yang menulis, harusnya memastikan dahulu kebenaran atau tidak menduga-duga, mengenai penyebutan narasi menjual nama-nama tersebut ke Puskesmas, dengan mengaku sebagai Koordinator.
"Ini adalah fitnah yang sangat keji. Obrolan rencana atau chat di group Organisasi Wartawan Pribadi saja dijadikan berita. Ini sungguh kelewatan", tutup Ketua FRIC Lotim.
Editor :M Amin