Kantor Imigrasi IIB Lotim Diresmikan Bupati, 1.401 Jamaah Haji Siap Berangkat dengan Jasket Khusus
Foto Suasana Saat Bupati Lotim, H. Haerul Warisin Memberikan Sambutan dalam Acara Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Selasa (10/2/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin: "Penting Untuk Jamaah Untuk Tidak Abai Memperhatikan Dan Memahami Dengan Baik Apa Yang Disampaikan Oleh Tutor Manasik. Karena Manasik Merupakan Petunjuk Lahir Batin Dan Gambaran Rukun-Rukun Haji Secara Detail"
Sigap News NTB | Lotim — Sebanyak 1.401 calon jamaah haji asal Kabupaten Lombok Timur resmi mengikuti pembukaan bimbingan manasik haji tingkat kabupaten yang dibuka oleh Bupati Lotim H. Haerul Warisin di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal persiapan intensif menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, sekaligus momentum penguatan pengetahuan ritual dan mental bagi para calon jamaah.
Pembukaan Manasik: Momen Persiapan Rohani dan Fisik
Pembukaan manasik yang berlangsung khidmat tersebut menandai dimulainya rangkaian pembinaan yang akan berlangsung di tingkat kabupaten sejak 10 Februari dan dilanjutkan di tingkat kecamatan dengan pembagian di empat lokasi sampai dengan 14 Februari 2026. Materi disampaikan oleh para narasumber berkompeten untuk memastikan setiap jamaah memahami tata cara dan rukun haji secara rinci sebelum keberangkatan.

Foto Suasana Khidmat Saat Acara Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Lotim Di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Selasa (10/2/2026)
(PKP Lotim)
Pesan Bupati Lotim: Kesungguhan Mengikuti Materi dan Peringatan Larangan
Dalam sambutannya Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menyampaikan syukur atas terselenggaranya manasik dan menekankan pentingnya kesungguhan selama mengikuti seluruh rangkaian. Ia mengingatkan bahwa kesempatan berhaji adalah anugerah yang tidak diberikan kepada semua orang.
“Tidak semua orang diberikan kesempatan, kesehatan dan panggilan dari Allah SWT untuk berhaji. Penting untuk jamaah untuk tidak abai memperhatikan dan memahami dengan baik apa yang disampaikan oleh tutor manasik. Karena manasik merupakan petunjuk lahir batin dan gambaran rukun-rukun haji secara detail,” tegas Bupati Lotim.
Bupati Lotim juga mengingatkan larangan-larangan selama berhaji yang harus dihindari, antara lain fusuq (berbuat maksiat), jidal (bertengkar/berdebat atau berkata kotor), dan rafats (hubungan seksual), sebagai bagian dari menjaga kesucian niat dan ibadah.
Fasilitas & Anggaran: Ambisi Renovasi Masjid Agung dan Gedung Serbaguna untuk Manasik
Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp 10 miliar untuk rencana renovasi Masjid Agung Selong. Renovasi diperkirakan membutuhkan total dana sekitar Rp 50 miliar, dengan target Rp 20 miliar berasal dari sumbangan masyarakat.
Bupati Lotim menyampaikan rencana lebih jauh:
“InsyaAllah kita akan coba mulai tahun ini pembangunan Masjid Agung. Tahun ini juga akan dibangun gedung serbaguna yang nantinya dapat digunakan untuk manasik. Mudah-mudahan Lotim menjadi Kabupaten yang kondusif dan lebih maju.”
Sebagai bagian dari penataan ruang publik, tahun ini juga akan dilakukan pembongkaran Gedung Wanita Selong dan pemindahan beberapa bangunan kantor untuk membuka ruang bagi pembangunan yang direncanakan.
Kemudahan Administrasi: Peresmian Kantor Imigrasi Kelas II (B) di Selong
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lotim meresmikan Kantor Imigrasi Kelas II (B) di Kabupaten Lombok Timur, peningkatan status dari sebelumnya hanya kantor perwakilan Mataram. Keberadaan kantor ini diharapkan mempermudah urusan haji, umrah, pembuatan dan perpanjangan paspor serta visa bagi masyarakat setempat.
Bupati Lotim memberi pesan tegas kepada jajaran imigrasi:
“Tolong dikawal. Meski berada di bawah kendali pusat, Kabupaten akan tetap mengawasi. Untuk itu jangan mempersulit pelayanan dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Pelayanan untuk Jamaah: Seragam dan Identitas Daerah
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Lombok Timur, H. Makinudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab. Sebagai bagian dari pelayanan dan identitas, pemerintah kabupaten menyediakan jas dan jaket (jasket) bagi seluruh jamaah tahun ini.
“Ini akan menjadi ciri khas kita selain batik yang sudah didapatkan dari pusat,” ujarnya.
Pemberian jaket dan seragam diharapkan tidak hanya memudahkan identifikasi jamaah namun juga mempererat rasa kebersamaan saat melaksanakan rangkaian ibadah.
Jadwal Keberangkatan dan Statistik: Lonjakan Peminat Haji
Tahun 2026 Kabupaten Lombok Timur mencatat angka calon jamaah tertinggi sepanjang sejarah daerah ini: 1.401 orang, meningkat hampir 100% dibanding tahun 2025. Keberangkatan akan dibagi menjadi 5 kloter, dan Lombok Timur ditetapkan sebagai kloter pertama yang akan diberangkatkan di Provinsi NTB.
Peningkatan jumlah ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan serta antusiasme untuk menunaikan ibadah haji, namun juga menuntut kesiapan logistik dan administrasi lebih matang dari pemerintah daerah.
Penutup: Harapan Menuju Haji yang Mabrur
Manasik ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya membentuk kesiapan lahir dan batin calon jamaah agar dapat meraih haji yang mabrur. Pemkab Lotim menyerukan kepada masyarakat untuk mendukung proses persiapan, baik secara moril maupun materiil. Sehingga pembangunan fasilitas ibadah dan layanan administrasi dapat memberi manfaat luas.
Dengan semangat gotong-royong dan pengawasan yang bertanggung jawab, pemerintah menargetkan pelaksanaan manasik dan keberangkatan jamaah berjalan lancar, aman, dan menumbuhkan kebanggaan bersama: Lotim sebagai kabupaten yang memfasilitasi ibadah warganya menuju Tanah Suci.
Editor :M Amin