Kapus Wanasaba Tekankan Strategi SMS untuk Tekan Angka Stunting 2026
Foto Tampak Depan Puskesmas Wanasaba (Atas); Foto Kapus Wanasaba, Budiman, S.KM, M.Kes (Dok. Pribadi)
Kepala Puskesmas Wanasaba, Budiman, S.KM., M.Kes: "Stunting Bukan Penyakit! Jangan Takut atau Malu Datang ke Posyandu! Kami Akan Bantu Anak Anda dengan CKG & PMT"
Sigap News NTB | Lombok Timur — Setelah meraih penghargaan Puskesmas dengan CKG Terbaik pada HKN Lotim 2025, Kepala Puskesmas (Kapus) Wanasaba, Budiman, S.KM., M.Kes, menegaskan bahwa prinsip pelayanan Sahabat Menuju Sehat (SMS) menjadi pijakan utama dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Dalam wawancara dengan Jurnalis Sigap News NTB di Puskesmas Wanasaba pada Senin (5/1/2025), Kapus Budiman memaparkan data, penyebab, dan strategi yang akan dilaksanakan untuk mencapai target hingga berprestasi di tingkat nasional.l dalam penanganan stunting.
Data Capaian dan Target
- Jumlah komulatif kasus stunting di Kecamatan Wanasaba: 546 orang.
- Prevalensi stunting di Wanasaba: 12,40% (lebih baik dari target nasional yang harus di bawah 14%).
- Prevalensi stunting Kabupaten Lombok Timur: 33%.
- Capaian skrining CKG per 31 Desember 2025: 44,96% (22.656 dari target sasaran 50.378). Angka ini lebih baik dari target Dikes Lotim sebesar 36%.
Stunting: Bukan Penyakit, tetapi Gangguan Tumbuh Kembang
Kapus Budiman menegaskan:
“Stunting bukan penyakit; melainkan gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan beberapa faktor.”
Faktor-faktor yang Kapus Wanasaba sebutkan sebagai penyebab stunting yaitu:
- Asupan gizi yang tidak tepat;
- Penyakit penyerta seperti TBC, asma, Down syndrome, dan lain-lain;
- Kondisi sanitasi dan lingkungan yang tidak mendukung;
- Kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, misalnya Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.
Penjelasan ini menjadi dasar intervensi yang dilakukan oleh Puskesmas Wanasaba. Karena upaya pencegahan dan penanganan harus menyasar penyebab seimbang antara aspek nutrisi, kesehatan, dan lingkungan.
Layanan dan Intervensi di Posyandu dan Puskesmas
Kapus mengimbau masyarakat untuk tidak ragu datang ke Posyandu. Pihak Puskesmas menyediakan layanan utama sebagai berikut:
- PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk anak berisiko;
- Pemantauan Tumbuh Kembang melalui Cek Kesehatan Gratis/ CKG. Hal ini dilakukan sebagai skrining dini risiko stunting dan deteksi penyakit lainnya.
Melalui CKG, Puskesmas Wanasaba dapat mendeteksi lebih awal masalah gizi dan kondisi kesehatan anak. Sehingga intervensi dapat diberikan segera dan tepat sasaran.
Tim Terpadu dan Inovasi Pelaksanaan
Puskesmas Wanasaba telah membentuk Tim Terpadu yang melibatkan seluruh program terkait, di bawah koordinasi PJ Klaster 4 Program Gizi. Model kolaborasi ini bertujuan menyelaraskan upaya promotif, preventif, dan kuratif untuk menurunkan angka stunting.
Selain itu, Puskesmas melakukan skrining lintas lokasi. Hal ini dilakukan tidak hanya di Posyandu, tetapi juga di sekolah, kantor pemerintahan, dan unit pelayanan Puskesmas. Hal ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak anak dan ibu hamil.
Strategi Operasional: Dari 2025 ke 2026
Pada 2025, Puskesmas menerapkan target produktivitas: setiap tim CKG diwajibkan melakukan skrining 10 orang per hari. Sehingga kapasitas harian tim mencapai 200–500 skrining per hari, sejak program CKG dimulai pada April 2025.
Memasuki 2026, strategi tetap berlandaskan model yang sama namun akan dimaksimalkan melalui:
- Penguatan keterlibatan lintas sektor, termasuk integrasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam pelaksanaan CKG;
- Koordinasi lebih intensif dengan instansi terkait untuk memperluas cakupan kegiatan promotif dan preventif;
- Peningkatan frekuensi kegiatan CKG untuk menurunkan kasus-kasus sisa dari 2025.
Imbauan dan Penutup
Kapus Budiman mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan dasar:
“Jangan takut atau malu datang ke Posyandu! Puskesmas hadir untuk membantu penanganan stunting, bukan menghakimi.”
Dengan sinergi antar program di Puskesmas, keterlibatan lintas sektor, dan partisipasi masyarakat, Puskesmas Wanasaba optimistis mempertahankan tren penurunan stunting dan menjadi yang terbaik di tingkat nasional, dengan berlandaskan visi Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil dan Religius).
Editor :M Amin