Sekda Lotim Hadiri Penyerahan Program Desa Berdaya, OJK Targetkan Literasi Keuangan NTB Tembus 90%
Foto Suasana Acara Penyerahan Dukungan Program Peningkatan Kesejahteraan Keuangan Masyarakat Desa Berdaya, yang Dipusatkan di Halaman Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kamis (30/7/2026) (PKP Lotim)
Sekda NTB, Abul Chair, Ak: “Mari Manfaatkan Kesempatan Ini. Jangan Mudah Tergiur Investasi Bodong Atau Pinjaman Online Ilegal Yang Justru Akan Menyulitkan Ekonomi Keluarga. Gunakan Lembaga Keuangan Yang Aman, Resmi, Dan Bermanfaat. Jika Dunia Usaha, Pemerintah, Dan Masyarakat Terus Berkolaborasi, Saya Yakin Lendang Nangka Tidak Hanya Menjadi Desa Yang Maju, Tetapi Juga Desa Berdaya Yang Memberi Manfaat Luas”
Sigap News NTB | Lombok Timur — Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui penyerahan dukungan Program Peningkatan Kesejahteraan Keuangan Masyarakat di Desa Berdaya yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Dr. Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.AP, bersama Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, Ak, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, SE, MPP, pemerintah desa, lembaga jasa keuangan, serta berbagai mitra strategis.
Program ini menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, OJK, dan sektor jasa keuangan untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat desa melalui edukasi keuangan, perluasan akses permodalan, hingga digitalisasi transaksi.
Kesejahteraan Masyarakat Menjadi Tujuan Utama
Mewakili Gubernur NTB, Sekda Abul Chair menegaskan bahwa seluruh program pembangunan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Ujung dari seluruh ikhtiar yang kita lakukan adalah kesejahteraan masyarakat. Ini yang menjadi cita-cita kita bersama dan alasan utama kita hadir di sini. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten meletakkan fondasinya, para mitra membagikan ilmunya, dan kepala desa bersama masyarakat yang melaksanakannya. Kombinasi inilah yang menjadi bangunan kokoh bagi kemajuan daerah," ujarnya.
Sekda NTB juga mengapresiasi pola pendampingan yang dilakukan para mitra karena tidak hanya menyalurkan bantuan permodalan, tetapi turut membekali masyarakat dengan edukasi mengenai pengelolaan keuangan.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi modal penting agar masyarakat mampu mengelola usaha secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Masyarakat Diingatkan Waspadai Investasi Bodong
Selain meningkatkan literasi keuangan, masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan di sektor keuangan, seperti investasi bodong maupun pinjaman online ilegal.
Sekda Abul Chair mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan pendampingan yang diberikan secara optimal dan hanya menggunakan layanan keuangan yang legal serta berada di bawah pengawasan otoritas.
"Mari manfaatkan kesempatan ini. Jangan mudah tergiur investasi bodong atau pinjaman online ilegal yang justru akan menyulitkan ekonomi keluarga. Gunakan lembaga keuangan yang aman, resmi, dan bermanfaat. Jika dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat terus berkolaborasi, saya yakin Lendang Nangka tidak hanya menjadi desa yang maju, tetapi juga desa berdaya yang memberi manfaat luas," katanya.
OJK Dampingi Empat Desa Prioritas di NTB
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung percepatan kesejahteraan masyarakat desa melalui Program Desa Berdaya yang dijalankan bersama OJK Pusat dan berbagai mitra strategis.
Empat desa menjadi lokasi pendampingan, yakni Desa Lendang Nangka Utara, Desa Mangkung, Desa Buwun Mas, dan Desa Mekar Sari.
Menurut Kepala OJK NTB, program tersebut merupakan implementasi tugas OJK dalam meningkatkan perlindungan konsumen, memperluas inklusi keuangan, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap layanan jasa keuangan.
"Kami bersinergi dengan rekan-rekan dari OJK Pusat dengan harapan dapat memberikan dukungan maksimal pada Program Desa Berdaya di empat desa fokus kami. Ini merupakan arahan langsung dari Bapak Gubernur sejak awal tahun lalu, dan kami menindaklanjutinya dengan memfasilitasi pendampingan di lapangan," ujarnya.
Ia menyebutkan, tingkat literasi keuangan masyarakat saat ini telah mencapai sekitar 66 persen. OJK optimistis angka tersebut, bersama indeks inklusi keuangan, dapat meningkat hingga 90 persen melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Perkuat Permodalan dan Percepat Digitalisasi Transaksi
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama keagenan antara perbankan syariah dan pendamping desa sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Selanjutnya, Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara menandatangani kerja sama dengan pihak offtaker yang akan menjadi pembeli siaga hasil usaha masyarakat. Seluruh rangkaian tersebut diperkuat dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh perwakilan penerima manfaat dari empat desa sasaran sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi pengelolaan bantuan.
Sejumlah lembaga keuangan dan mitra strategis juga menyerahkan bantuan modal usaha, buku tabungan, serta fasilitas transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara simbolis kepada masyarakat.
Selain memperoleh bantuan permodalan, para penerima manfaat juga mendapatkan buku tabungan dan fasilitas merchant QRIS. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di tingkat desa sekaligus mendorong masyarakat bertransaksi secara aman, inklusif, dan terintegrasi dalam ekosistem keuangan nasional.
Editor :M Amin