SPPG Darmasari 2 Siap Dengar dan Berbenah: Dari Viral ke Solusi Nyata Untuk Perbaikan Pelayanan MBG
Foto Tangkapan Layar Unggahan oleh Warganet Yang Tidak Puas dengan MBG yang Dibagikan oleh SPPG Darmasari 2 pada Jum'at (27/2/2026) (Dok. Pribadi)
Ketua Yayasan Hajirul Vattan NWDI Peneda, H. Irman, ST: "Dalam Rangka Perbaikan Pelayanan SPPG, Kami Akan Melakukan Pembagian MBG Tiap Hari Yang Dimulai Dari Senin Depan. Kemudian Mengenai Wadah MBG, Kami Akan Lakukan Perbaikan Dan Inovasi Yang Lebih Menarik"
Sigap News NTB | Lotim — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral karena penolakan paket makan di salah satu TK pada Kamis (26/2/2026), berubah menjadi momentum perbaikan layanan. Isu dugaan mark-up harga dan ketidakpuasan gizi memicu reaksi publik; namun mitra pelaksana menanggapi masukan itu secara terbuka dan menjanjikan pembenahan segera.
Kronologi Singkat Penolakan Di Lapangan
Peristiwa bermula pada Kamis (26/02/2026) ketika paket MBG yang dikirimkan ke sebuah TK di Kecamatan Sikur tidak diterima oleh pihak sekolah. Menurut unggahan dan komentar yang beredar, paket untuk alokasi 3 hari berisi: 2 susu Indomilk, 1 apel, 1 salak, sekotak roti senilai Rp1.000, 6 buah kurma, dan kacang hijau, yang menurut beberapa guru dinilai tidak memenuhi nilai gizi yang diharapkan dan terasa tidak sepadan dengan anggaran yang semestinya.
Salah satu guru yang mengomentari unggahan tersebut menegaskan niatnya bukan menolak program, melainkan meminta evaluasi seperti yang dimuat salah satu media online:
“Penolakan kami bermaksud agar jadi bahan evaluasi dan ada perubahan yang lebih baik,” katanya.
Reaksi Warga Dan Guru: Suara Dari Penerima Manfaat
Unggahan yang viral juga memancing komentar warga dan guru lain, salah satunya yang diunggah oleh Tarra T****. Dalam komentar itu muncul kekesalan dan pertanyaan soal rasionalitas komposisi paket serta transparansi anggaran: menurut pengadu, jika ditotal, nilai komoditas yang diterima merasa "tidak mencapai Rp 35 ribu". Sehingga menimbulkan kecurigaan adanya selisih anggaran yang tidak jelas.
Klarifikasi Mitra: Perspektif Mitra Penyelenggara
Mitra pelaksana memberi klarifikasi dan merespon kegelisahan publik secara terbuka, pada Sabtu Subuh (28/2/2026) kepada Sigap News NTB. Pernyataan penting datang dari H. Irman, ST selaku Mitra sekaligus Ketua Yayasan Hajirul Vattan NWDI Peneda. Ia menyatakan bahwa menu yang disajikan sudah dikonsultasikan dengan kepala pelaksana SPPG dan ahli gizi, serta menurut pengalamannya “saya juga makan enak… tidak ada masalah menurut saya.” Namun ia mengakui kaget melihat adanya pengembalian oleh pihak sekolah dan menyebut bahwa hal tersebut perlu ditelusuri lebih jauh. Dalam pernyataannya:
“Begini jadi mungkin sudah diklarifikasi oleh Kepala SPPG. Karena ini menu cukup gizi menurut Ahli Gizi. Saya juga makan enak. Karena menurut Saya tidak ada masalah. Namun dalam rangka perbaikan pelayanan SPPG, Kami akan melakukan pembagian MBG tiap hari yang dimulai dari Senin depan. Kemudian mengenai wadah MBG, Kami akan lakukan perbaikan dan inovasi yang lebih menarik. Ini siap menjadi bahan evaluasi Kami, khususnya Ahli Gizi,” imbuhnya dengan penuh kesungguhan.
Kalimat itu menegaskan dua poin: keterbukaan terhadap evaluasi ahli gizi dan komitmen tindakan konkret (perubahan frekuensi distribusi dan perbaikan wadah/presentasi makanan).
Tindakan Perbaikan: Langkah Nyata Yang Diumumkan
Dari klarifikasi tersebut, rangka perbaikan yang diumumkan mitra meliputi:
- Distribusi harian: Alih strategi dari paket tiga hari ke pembagian harian mulai Senin mendatang, agar kualitas dan kesegaran makanan lebih terjaga dan pengawasan lebih mudah.
- Inovasi kemasan/wadah: Memperbarui tampilan dan fungsi wadah agar lebih menarik, higienis, dan sesuai standar penyajian anak.
- Evaluasi oleh ahli gizi: Memperkuat koordinasi dengan ahli gizi untuk menyusun menu yang jelas pemenuhannya dan transparan terhadap komponen anggaran.
- Koordinasi lintas pemangku kepentingan: Mitra menyatakan akan lebih intens berkoordinasi dengan Korcam dan pihak sekolah, agar adanya verifikasi sebelum distribusi massal.
Dari Kegaduhan Ke Inspirasi: Pelajaran Untuk Semua Pihak
Insiden viral ini berpotensi menjadi titik balik positif bila semua pihak, baik itu penyelenggara, ahli gizi, sekolah, dan wali murid, dengan menempatkan dialog dan verifikasi sebagai prioritas. Langkah konkrit yang dijanjikan mitra (distribusi harian, inovasi kemasan, evaluasi ahli gizi) adalah tanda respons yang diharapkan: bukan menutup diri, melainkan berbenah berdasarkan masukan publik.
Penutupnya sederhana namun penting: program sosial yang besar nilainya bukan hanya jumlah anggaran, melainkan kepercayaan publik. Ketika kepercayaan itu diuji, jawaban terbaik adalah transparansi dan perbaikan nyata, dan itulah arah yang kini ditempuh oleh SPPG Darmasari 2.
Editor :M Amin