Sah! Ustadz Salman Jadi Ketua DMI Montong Gading dan Pak Saat Jadi Ketua DMI Sakra Barat
Foto Suasana Rapat Formatur DMI Montong Gading dan DMI Sakra Barat Pada Kamis pagi hari (29/1/2026) (Dok. Istimewa)
Ketua Harian DMI Lombok Timur, Nurul Hadi, S.S., M.Pd: "Kita Berharap Pengelolaan Masjid Menjadi Lebih Kreatif Sehingga Masyarakat Tertarik Datang Ke Masjid"
Sigap News NTB | Lotim — Pada Kamis pagi hari (29/1/2026) telah digelar acara pembentukan tim formatur Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk Kecamatan Montong Gading dan Kecamatan Sakra Barat. Kegiatan ini bertujuan memilih tim perumus pengurus tingkat kecamatan; belum dilakukan penetapan susunan pengurus definitif.
Pelaksanaan acara
Acara berlangsung secara terpisah di kantor kecamatan masing-masing. Rangkaian kegiatan berlangsung singkat dan tertib karena fokus utama adalah pemilihan tim formatur yang akan menyusun struktur organisasi dan program kerja DMI tingkat kecamatan.
Peserta yang hadir
Hadir pada acara tersebut unsur Forkopimcam, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), para pengurus masjid, serta remaja masjid. Kehadiran berbagai unsur menunjukkan dukungan lintas lembaga dan komunitas terhadap penguatan manajemen masjid di tingkat lokal.
Hasil pemilihan tim formatur
- DMI Kecamatan Montong Gading: terpilih Ustadz Salman, S.S. sebagai Ketua tim formatur.
- DMI Kecamatan Sakra Barat: terpilih Saat, S.Pd.I sebagai ketua tim formatur, dengan Sahabuddin, S.Pd ditunjuk sebagai sekretaris.
Pernyataan Ketua Harian DMI Lotim
Ketua Harian DMI Lombok Timur, Nurul Hadi, S.S., M.Pd, ketika diwawancarai Jurnalis Sigap News mengatakan,
“Intinya, kita berharap pengelolaan masjid menjadi lebih kreatif sehingga masyarakat tertarik datang ke masjid,” ujar Nurul Hadi yang juga aktif sebagai Sekretaris Baznas Lotim.
Pernyataan ini menegaskan arah organisasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan masjid, tidak sekadar urusan administratif.
Harapan dan tindak lanjut
Tim formatur diberi tugas menyusun struktur pengurus definitif, menyusun program kerja awal, dan menjalin koordinasi dengan pihak kecamatan serta KUA. Diharapkan pengurus yang nantinya terpilih dapat menghadirkan program-program kreatif, seperti kajian tematik, pemberdayaan remaja masjid, dan kegiatan sosial. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan partisipasi jamaah.
Penutup
Pembentukan tim formatur DMI di dua kecamatan ini merupakan langkah awal yang strategis dalam memperkuat tata kelola masjid pada level kecamatan. Dengan dukungan Forkopimcam, KUA, pengurus masjid, dan remaja masjid, langkah berikutnya adalah memastikan proses penyusunan pengurus berjalan transparan, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Editor :M Amin