BAZNAS Lotim Bekali Petani Gunung Malang dengan Kartu Asuransi, Perkuat Pemberdayaan Zakat Produktif
Foto Suasana Saat Sekretaris Baznas Lotim, Nurul Hadi, S.S., M.Pd Menyerahkan Kartu Asuransi Kelompok Tani Barokah Zakat di Desa Gunung Malang, pada Rabu (29/7/2026) (Humas Baznas Lotim)
Sekretaris BAZNAS Lotim, Nurul Hadi, S.S., M.Pd: "Semoga Kartu Asuransi Ini Menjadi Ikhtiar Bersama Dalam Menjaga Keberlangsungan Usaha Para Petani Dan Memberikan Rasa Aman Bagi Mereka Beserta Keluarganya"
Sigap News NTB | Lotim — BAZNAS Kabupaten Lombok Timur (Baznas Lotim) terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Kali ini, Baznas Lotim menyerahkan Kartu Asuransi kepada anggota Kelompok Tani Barokah Zakat di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, sebagai bentuk perlindungan terhadap berbagai risiko yang dihadapi para petani saat menjalankan usaha pertanian.
Program tersebut menjadi langkah nyata BAZNAS dalam memastikan bahwa penerima manfaat zakat produktif tidak hanya memperoleh dukungan modal dan pendampingan usaha, tetapi juga mendapatkan jaminan perlindungan sosial demi menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian mereka.
Penyerahan kartu asuransi berlangsung di Desa Gunung Malang dan dihadiri jajaran BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, pemerintah desa, pendamping program, serta seluruh anggota Kelompok Tani Barokah Zakat.
Perlindungan Menjadi Bagian dari Pemberdayaan
Sekretaris BAZNAS Lotim, Nurul Hadi, S.S., M.Pd, mengatakan bahwa pemberian kartu asuransi merupakan bentuk kepedulian BAZNAS agar para petani memiliki rasa aman dalam mengembangkan usaha pertaniannya.
"Kartu asuransi ini merupakan bentuk perhatian BAZNAS kepada Kelompok Tani Barokah Zakat. Kami berharap para petani tidak hanya mendapatkan bantuan berupa pemberdayaan usaha, tetapi juga memiliki perlindungan apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan adanya kartu asuransi ini, para petani dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki jaminan perlindungan," ujar Nurul Hadi pada Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, sektor pertanian merupakan salah satu bidang usaha yang memiliki tingkat risiko tinggi. Ancaman gagal panen akibat cuaca ekstrem, serangan hama dan penyakit tanaman, hingga kecelakaan kerja menjadi tantangan yang sewaktu-waktu dapat mengganggu produktivitas petani.
Karena itu, keberadaan kartu asuransi diharapkan mampu menjadi instrumen perlindungan yang memberikan kepastian dan rasa aman bagi para petani dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari.
Tidak Sekadar Bantuan, tetapi Jaminan Keberlanjutan
Menurut Nurul Hadi, BAZNAS ingin mengubah pola pemberdayaan zakat dari sekadar pemberian bantuan menjadi pendampingan yang berkelanjutan. Perlindungan melalui asuransi dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha para mustahik agar tetap produktif meskipun menghadapi berbagai risiko.
"BAZNAS ingin hadir bukan hanya ketika memberikan bantuan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan perlindungan. Semoga kartu asuransi ini menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga keberlangsungan usaha para petani dan memberikan rasa aman bagi mereka beserta keluarganya," katanya.
Ia menambahkan, konsep zakat produktif yang dikembangkan BAZNAS tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui sistem perlindungan yang lebih komprehensif.
Petani Sambut Positif Program BAZNAS
Anggota Kelompok Tani Barokah Zakat menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan BAZNAS Lotim. Mereka menilai program tersebut menunjukkan bahwa BAZNAS tidak berhenti pada pemberian bantuan usaha, melainkan juga memikirkan keberlangsungan usaha para petani melalui jaminan perlindungan.
Bagi para petani, keberadaan kartu asuransi memberikan rasa tenang dalam bekerja sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Dukung Ketahanan Pangan Daerah
Melalui program ini, BAZNAS Lotim berharap Kelompok Tani Barokah Zakat Desa Gunung Malang mampu berkembang menjadi kelompok tani yang semakin produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Sinergi antara BAZNAS, Pemdes, pendamping program, dan kelompok tani juga diharapkan terus diperkuat agar manfaat zakat produktif dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Penyerahan kartu asuransi ini sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan zakat tidak lagi hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi diarahkan sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi. Dengan perlindungan yang memadai, para petani diharapkan dapat terus meningkatkan hasil pertanian, memperkuat kesejahteraan keluarga, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lombok Timur.
Editor :M Amin