Harlah Ke-39 Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni Danger, Spirit Perjuangan Pendiri Kembali Disemarakkan!
Foto Ketua Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni Danger Masbagik, TGH. Ahmad Subki Hulaimi (Dok. Pribadi)
Ketua Panitia, H. Suardi, SH., S.Pd., M.Pd: "Kami Mengajak Para Alumni, Jamaah, Seluruh Elemen Yayasan, Dan Masyarakat Luas Untuk Hadir Dan Menjadi Bagian Dari Sejarah Harlah Ke-39 Ini. Ini Bukan Acara Milik Panitia Semata, Ini Adalah Momentum Besar Milik Kita Bersama"
Sigap News NTB | Lotim — Ada warisan yang tidak lekang oleh waktu: ilmu yang diajarkan dengan keikhlasan, perjuangan yang ditanam dengan pengorbanan, serta nilai-nilai kebaikan yang terus hidup melintasi generasi. Spirit itulah yang kembali digaungkan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-39 Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni Danger, Masbagik, yang dirangkaikan dengan Haul Pendiri Yayasan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, Harlah dan Haul menjadi panggilan moral untuk meneguhkan kembali komitmen menjaga warisan perjuangan para pendiri. Yang mana, warisan tersebut telah melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat bagi umat.
Di usia ke-39, Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni berdiri sebagai saksi perjalanan panjang pengabdian di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Tiga puluh sembilan tahun bukan waktu yang singkat; ada keringat, doa, pengorbanan, dan keikhlasan yang tertanam di dalam setiap langkah perjalanan yayasan.
Rangkaian Kegiatan Akbar: Dari Pengabdian Sosial hingga Syiar Al-Qur’an
Peringatan Harlah dan Haul tahun ini akan diisi dengan berbagai kegiatan yang memadukan semangat kebersamaan, pelayanan sosial, dan penguatan spiritual.
Rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia meliputi:
- Funbike;
- Jalan Sehat;
- Pengobatan Gratis;
- Istigotsah dan Ziarah Makam Alm. TGH. Mahsun;
- Haflah Al-Qur’an.
Seluruh agenda tersebut dirancang bukan hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga sebagai ruang menyatukan alumni, jamaah, santri, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yayasan dalam satu semangat besar: merawat warisan perjuangan.
Puncak peringatan Harlah dan Haul akan digelar pada:
Sabtu, 25 Juli 2026
Acara puncak ini diproyeksikan menjadi momen bersejarah yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni dalam satu ikatan spiritual yang kuat.
Ketua Yayasan: Jangan Biarkan Api Perjuangan Pendiri Padam
Ketua Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni Danger, TGH. Ahmad Subki Hulaimi, S.Ag, menegaskan bahwa Harlah ke-39 harus dimaknai sebagai momentum evaluasi sekaligus kebangkitan.
Menurutnya, sebuah yayasan tidak akan besar hanya karena usia, tetapi karena kemampuannya menjaga ruh perjuangan para pendiri.
“Harlah ke-39 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia yayasan. Ini adalah momentum muhasabah besar bagi kita semua: apakah semangat perjuangan para pendiri masih hidup dalam langkah kita hari ini?” ujar TGH. Ahmad Subki Hulaimi, Kamis (2/7/2026).
Ia menegaskan, peringatan haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah wafat, tetapi menghidupkan kembali nilai perjuangan yang diwariskan.
“Haul pendiri adalah ruang spiritual untuk menyambung kembali mata rantai perjuangan. Kita mengenang bukan untuk larut dalam nostalgia, tetapi untuk menyalakan kembali api pengabdian yang pernah mereka kobarkan,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh capaian yayasan hari ini berdiri di atas fondasi keikhlasan para pendahulu.
“Apa yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan ulama dan para pendiri yang menanam tanpa menuntut balasan. Jika generasi hari ini berhenti menjaga warisan itu, maka sesungguhnya kita sedang membiarkan cahaya perjuangan perlahan redup, ucapnya”
Pernyataan itu menjadi pengingat kuat bahwa tanggung jawab generasi penerus bukan hanya menjaga nama besar yayasan, tetapi juga menjaga ruh perjuangannya.
“Selama Al-Qur’an terus dikumandangkan, ilmu terus diajarkan, dan akhlak terus diwariskan, maka perjuangan pendiri tidak pernah benar-benar berakhir,” katanya.
Ketua Panitia Serukan Gerakan Besar Alumni dan Jamaah
Ketua Panitia, H. Suardi, SH., S.Pd., M.Pd, menyerukan partisipasi penuh seluruh alumni, jamaah, keluarga besar yayasan, serta masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan seluruh agenda hingga puncak acara.
Ia menilai Harlah ke-39 harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur.
“Kami mengajak para alumni, jamaah, seluruh elemen yayasan, dan masyarakat luas untuk hadir dan menjadi bagian dari sejarah Harlah ke-39 ini. Ini bukan acara milik panitia semata, ini adalah momentum besar milik kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan sebuah lembaga lahir dari solidaritas orang-orang yang mencintainya.
“Yayasan tidak akan tumbuh besar hanya dengan bangunan megah atau fasilitas yang lengkap. Kekuatan sejatinya lahir dari rasa memiliki, loyalitas, dan kebersamaan seluruh keluarga besarnya,” tambah Ketua Panitia.
Ia berharap peringatan tahun ini mampu membangkitkan energi baru bagi yayasan.
“Ketika alumni pulang, jamaah berkumpul, dan masyarakat hadir dengan cinta, maka yang lahir bukan sekadar keramaian acara, melainkan kebangkitan sebuah peradaban. Mari kita sukseskan bersama hingga puncaknya pada 25 Juli 2026,” pungkasnya.
Harlah yang Menyatukan Masa Lalu dan Masa Depan
Peringatan Harlah ke-39 Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni Danger pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan usia.
Ini adalah perjumpaan antara warisan masa lalu dan harapan masa depan.
Para pendiri telah menanam akar perjuangan. Generasi hari ini bertugas menjaga batangnya tetap kokoh, agar cabang-cabang manfaatnya terus menaungi umat.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesan Harlah tahun ini terdengar sangat jelas: jangan pernah biarkan warisan ilmu, dakwah, dan pengabdian kehilangan arah.
Sebab ketika perjuangan diwariskan dengan ikhlas, maka sebuah yayasan tidak sekadar bertahan. Melainkan akan terus hidup, tumbuh, dan menyalakan cahaya peradaban untuk generasi-generasi yang akan datang.
Editor :M Amin