Desa Gelora Gelorakan Semangat Pelayanan: 58 Kader Ikuti Peningkatan Kapasitas Tahun 2025
Foto Suasana Antusias saat Acara Peningkatan Kapasitas Kader Desa Gelora Tahun 2025 pada Sabtu (15/11/2025) di Aula Kantor Desa (Dok. Pribadi)
Kades Nurasmat: “Saya Mengucapkan Penghargaan Kepada Seluruh 58 Kader Atas Semangat Dan Komitmen Untuk Terus Belajar. Terima Kasih Juga Kepada Para Narasumber Yang Telah Membagikan Ilmu Yang Sangat Relevan Dan Aplikatif”
SIGAP NEWS NTB | Lombok Timur — Aula Kantor Desa Gelora pagi itu menyimpan suasana hangat penuh semangat. Pada Sabtu, 15 November 2025 pukul 09.00 Wita berlangsung Peningkatan Kapasitas Kader Desa Gelora Tahun 2025. Kegiatan inovatif ini bertujuan untuk memperkaya ilmu, keterampilan, dan kompetensi kader demi penguatan layanan posyandu dan pelayanan sosial di tingkat desa. Antusiasme peserta sangatlah tinggi dengan diikuti oleh seluruh kader Desa Gelora, sejumlah 58 orang, serta diisi oleh narasumber profesional yang membawakan materi aplikatif dan mudah dipraktikkan.

Foto Suasana Antusias saat Kades Gelora, Nurasmat (Peci Putih) Memberikan Sambutan dalam Acara Peningkatan Kapasitas Kader Desa Gelora Tahun 2025 pada Sabtu (15/11/2025) di Aula Kantor Desa (Dok. Pribadi)
LATAR BELAKANG: HARAPAN UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI KADER GELORA
Pelatihan ini digelar dengan tujuan jelas:
- Meningkatkan kapasitas kader Desa Gelora.
- Menambah ilmu dan kompetensi kader di Desa Gelora.
- Memperkuat kualitas layanan posyandu serta pendampingan lansia dan pencegahan penyakit tidak menular. Momentum ini menjadi bukti keyakinan bahwa perubahan besar sering bermula dari langkah-langkah kecil yang konsisten di tingkat komunitas.
RANGKAIAN ACARA SINGKAT
Acara dibuka pagi hari di Aula Kantor Desa Gelora oleh Kepala Desa Gelora, Nurasmat. Kegiatan berjalan interaktif: paparan singkat narasumber diselingi tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan simulasi praktik yang relevan untuk dinamika posyandu di lapangan.
Narasumber yang Tampil:
- Rony Hidayat, S.Kep., Ners., MPH membawakan materi bertema: Komunikasi Antar Pribadi KAP di Posyandu.
- Indra Yanti, S.Kep: Kebijakan Lansia.
- Aprianti Puspa Azani, S.Kep., Ners: Penyakit Tidak Menular (PTM).
GAMBARAN MATERI NARASUMBER
Komunikasi Antar Pribadi KAP di Posyandu oleh Rony Hidayat, S.Kep., Ners., MPH
Rony menekankan bahwa kunci keberhasilan posyandu bukan hanya pada teknis pelayanan, tetapi pada kualitas komunikasi antara kader (KAP) dan masyarakat. Pokok-pokok materi meliputi:
- Prinsip active listening dan empati dalam interaksi dengan balita, ibu, dan lansia.
- Teknik menyampaikan pesan kesehatan yang sederhana, jelas, dan bersahabat (mis. memakai bahasa lokal, contoh konkret).
- Bahasa tubuh dan sinyal nonverbal yang membangun kepercayaan.
- Cara menghadapi perbedaan sikap atau resistensi warga (menjaga kehormatan, menawarkan pilihan).
- Praktik role-play untuk simulasi penyuluhan gizi dan imunisasi di posyandu.
Kebijakan Lansia oleh Indra Yanti, S.Kep
Indra menyajikan gambaran kebijakan terkait perlindungan dan layanan untuk lansia yang relevan bagi kader desa:
- Hak-hak lansia dan layanan dasar yang sebaiknya tersedia di tingkat desa (akses layanan kesehatan dasar, rujukan, dan dukungan sosial).
- Mekanisme identifikasi lansia rentan dan pembuatan peta lansia untuk pendampingan berkelanjutan.
- Kolaborasi antar lembaga (puskesmas, PKK, perangkat desa) untuk program kunjungan, pendampingan, dan rujukan.
- Strategi sederhana kader untuk mendampingi lansia: pembuatan jadwal kunjungan, pencatatan kondisi, dan merujuk kasus saat diperlukan.
- Tips praktis mempromosikan kemandirian lansia melalui aktivitas ringan dan dukungan keluarga.
Penyakit Tidak Menular (PTM) oleh Aprianti Puspa Azani, S.Kep., Ners
Aprianti menggarisbawahi peran kader sebagai penggerak pencegahan dan deteksi dini PTM di komunitas:
- Penjelasan singkat tentang PTM yang sering ditemui (tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung) dan faktor risikonya.
- Langkah pencegahan berbasis komunitas: edukasi gizi, promosi aktivitas fisik, dan pengurangan faktor risiko (rokok, pola makan tinggi garam/gula).
- Cara melakukan skrining sederhana dan merujuk warga untuk pemeriksaan lanjutan.
- Membuat catatan pemantauan kelompok risiko dan mengorganisasi kelompok dukungan (mis. senam lansia, pos pembinaan PTM).
- Strategi komunikasi untuk mengubah perilaku: pesan yang bersifat motivasional, konkret, dan berkelanjutan.
METODE PELATIHAN: PRAKTIS DAN PARTISIPATIF
Seluruh sesi dirancang interaktif: paparan singkat teori, studi kasus lokal, diskusi kelompok, dan simulasi praktik. Pendekatan ini membuat materi lebih mudah dipahami dan memungkinkan kader langsung merancang aksi kecil yang dapat diimplementasikan di posyandu masing-masing.
PERNYATAAN DAN HIMBAUAN
Ketua PKK Desa Gelora, Sulmiati, mengajak para kader untuk menerapkan ilmu yang diperoleh:
“Semoga dengan adanya pelatihan-pelatihan ini semoga bisa menambah wawasan dan ilmu yang bisa diterapkan di posyandu masing-masing dan berguna bagi masyarakat sekitarnya, harap Ketua PKK Desa Gelora dengan senyum penuh harap”
Ucapan ini menjadi pengingat bahwa ilmu yang diperoleh harus segera dipakai untuk kebaikan masyarakat, bukan hanya sebagai sertifikat semata.
Nurasmat selaku Kepala Desa Gelora menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap implementasi hasil pelatihan:
“Hari ini kita menyaksikan momentum penting bagi penguatan pelayanan kesehatan dan sosial di Desa Gelora. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Tahun 2025 ini bukan sekadar pelatihan. Melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan seluruh masyarakat desa. Saya mengucapkan penghargaan kepada seluruh 58 kader atas semangat dan komitmen untuk terus belajar. Terima kasih juga kepada para narasumber yang telah membagikan ilmu yang sangat relevan dan aplikatif. Mari pastikan setiap pelajaran yang diperoleh tidak berhenti di ruang aula, tetapi diterjemahkan menjadi praktik nyata: kunjungan rutin, deteksi dini, edukasi gizi, pendampingan lansia, dan komunikasi hangat kepada semua warga. Dengan kebersamaan dan aksi nyata, Desa Gelora akan menjadi lebih sehat, tangguh, dan penuh harapan”, tutup Kades karismatik yang juga Ketua Yayasan salah satu Ponpes di Desa Gelora ini, dengan sungguh-sungguh.
PENUTUP: DARI ILMU KE AKSI NYATA
Pelatihan ini lebih dari sekadar transfer pengetahuan, melainkan pemantik gerakan kecil yang bila dijaga konsistensinya bakal menimbulkan perubahan nyata di Desa Gelora. Dengan 58 kader yang telah diperkaya wawasan, didukung perangkat desa dan PKK, langkah selanjutnya adalah implementasi berkelanjutan: jadwal kunjungan, pencatatan kesehatan, pelibatan keluarga, dan kegiatan preventif yang sederhana namun berdampak.
Desa Gelora hari ini menyalakan harapan, bukan janji kosong! Melainkan rencana aksi berbasis kapasitas manusia yang tumbuh dari hati ke layanan. Semoga gelora semangat ini terus berkobar dalam praktik sehari-hari di posyandu dan rumah warga.
Editor :M Amin