Sumpah Pemuda ke-98, SMPN 1 Sakra Tanamkan Nasionalisme dan Apresiasi Lima Siswa Teladan
Foto Suasana Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMP Negeri 1 Sakra, pada Rabu (28/10/2026) (Sukarman Riadi)
Kepsek Sahman Mengingatkan Peserta Didik Agar Menjauhi Berbagai Pengaruh Negatif, Termasuk Pergaulan Bebas Dan Tindakan Indisipliner Yang Dapat Menghambat Perkembangan Diri Maupun Masa Depan
Sigap News NTB | Lombok Timur — Semangat persatuan, kedisiplinan, dan cinta tanah air mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMP Negeri 1 Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (28/10/2026). Melalui apel peringatan yang berlangsung khidmat, sekolah ini menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berkarakter, beretika, dan memiliki jiwa kebangsaan.
Kegiatan yang diikuti kepala sekolah, staf Bimbingan dan Penyuluhan (BP), staf Tata Usaha (TU), pendidik, tenaga kependidikan berstatus ASN maupun non-ASN, serta ratusan peserta didik tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan pemuda dalam kehidupan pendidikan sehari-hari.
Disiplin dan Khidmat Warnai Apel Sumpah Pemuda
Sejak pukul 07.15 WITA, halaman upacara SMPN 1 Sakra telah dipadati peserta didik yang mengenakan seragam sekolah lengkap dengan atributnya. Para guru dan tenaga kependidikan turut mengikuti kegiatan dengan tertib mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH).
Kerapian barisan dan kedisiplinan seluruh warga sekolah mencerminkan upaya menanamkan nilai tanggung jawab, ketertiban, serta penghormatan terhadap simbol dan semangat kebangsaan.
Apel tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur serta Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Pelaksanaannya mengikuti pedoman dan susunan acara resmi peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan ini menjadi ruang pendidikan karakter untuk mengingatkan peserta didik bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus dirawat melalui sikap dan tindakan nyata.
Sahman: Pelajar Hari Ini Penentu Indonesia Emas 2045
Kepala SMPN 1 Sakra, Sahman, S.Pd., M.Pd, bertindak sebagai pembina apel sekaligus menyampaikan amanat yang menekankan peran strategis generasi muda dalam menentukan masa depan Indonesia.
Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa para pelajar saat ini merupakan generasi penerus yang kelak akan memegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa, terutama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Karena itu, peserta didik diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun adab, etika, karakter mulia, serta wawasan yang luas dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kematangan sikap dan tanggung jawab sosial. Prestasi di ruang kelas akan semakin bermakna apabila disertai perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
Jauhi Pergaulan Negatif, Hormati Orang Tua dan Guru
Dalam amanatnya, Kepsek Sahman juga mengingatkan peserta didik agar menjauhi berbagai pengaruh negatif, termasuk pergaulan bebas dan tindakan indisipliner yang dapat menghambat perkembangan diri maupun masa depan mereka.
Ia menekankan pentingnya menghormati perjuangan orang tua serta menghargai dedikasi para guru yang berperan dalam mendidik dan membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih baik.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak semata-mata diukur dari nilai rapor atau banyaknya penghargaan yang diperoleh. Sikap hormat, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga diri juga merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, sekolah memiliki peran strategis untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan ketahanan moral peserta didik.
Lima Siswa Teladan Terima Piagam Penghargaan
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, SMPN 1 Sakra memberikan piagam penghargaan kepada lima peserta didik terpilih.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan, dedikasi, serta keteladanan yang ditunjukkan para siswa di lingkungan sekolah.
Pemberian penghargaan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk mendorong tumbuhnya budaya positif di kalangan peserta didik. Sikap disiplin dan perilaku terpuji diharapkan tidak hanya menjadi keunggulan individu, tetapi juga menginspirasi siswa lainnya untuk terus memperbaiki diri.
Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter perlu diwujudkan melalui pengakuan terhadap perilaku baik, bukan hanya melalui pencapaian akademik.
Bangun Pemudi Pemuda dan Satu Nusa Satu Bangsa Tutup Apel
Suasana khidmat tetap terasa hingga penghujung kegiatan. Apel peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ditutup dengan persembahan lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda dan Satu Nusa Satu Bangsa.
Kedua lagu tersebut memperkuat pesan tentang semangat perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air yang menjadi inti peringatan Sumpah Pemuda.
Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan hanya bagian dari sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi keluarga besar SMPN 1 Sakra, persatuan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti menghargai perbedaan antarteman, menjaga kerukunan, menaati aturan sekolah, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban masing-masing.
Dengan demikian, peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di SMPN 1 Sakra menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa dibangun melalui proses pendidikan yang konsisten, keteladanan, dan karakter generasi muda.
Semangat kebangsaan yang ditanamkan di lingkungan sekolah diharapkan tumbuh menjadi perilaku nyata, sehingga para pelajar mampu berkembang sebagai generasi yang cerdas, berintegritas, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Editor :M Amin


