MIO Lotim Gelar Pelatihan Literasi di Ponpes NW Bagik Payung, Bekali Santri MTs, MA hingga SMK
Foto Suasana Saat Ketua MIO Lotim, Abdurrahman Memberikan Literasi Digital Kepada Siswa/i Ponpes NW Bagik Payung pada Selasa (4/8/2026) (Ketua Abdurrahman)
Ketua MIO Lotim, Abdurrahman: "Kami Ingin Memastikan Santri Dan Siswa Mts, MA, Hingga SMK Tidak Hanya Cerdas Secara Akademik, Tetapi Juga Mampu Memilah Informasi Dengan Baik, Tangguh Menghadapi Arus Informasi, Dan Tidak Mudah Terjebak Berita Bohong"
Sigap News NTB | Lombok Timur — DPD Media Independen Online Indonesia Kabupaten Lombok Timur (MIO Lotim) menargetkan Ponpes Nahdlatul Wathan (NW) Bagik Payung sebagai lokasi pelaksanaan program Pembekalan dan Pelatihan Literasi bagi santri dan siswa sekolah, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini direncanakan melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan pesantren, mulai dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen MIO Lombok Timur dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda, sekaligus merespons masih rendahnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Lombok Timur yang dinilai masih membutuhkan perhatian dan penguatan dari berbagai pihak.
Literasi Bukan Sekadar Membaca dan Menulis
Ketua DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Abdurrahman, menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun pola pikir kritis, kemampuan menyaring informasi, serta kesiapan menghadapi tantangan di era digital.
"Ponpes NW Bagik Payung menjadi lokasi yang sangat tepat karena di sana berkumpul generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan. Kami ingin memastikan santri dan siswa MTs, MA, hingga SMK tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memilah informasi dengan baik, tangguh menghadapi arus informasi, dan tidak mudah terjebak berita bohong," ujar Abdurrahman.
Materi Disesuaikan dengan Kebutuhan Peserta
Pelatihan ini disusun dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengembangan Literasi dan Budaya Membaca. Materi yang diberikan dirancang sesuai kebutuhan peserta, meliputi:
- Literasi Dasar, meliputi kemampuan membaca pemahaman, menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, serta berhitung secara kontekstual.
- Literasi Media dan Digital, mencakup kemampuan mengenali informasi yang kredibel, memahami bahaya hoaks, etika bermedia sosial, hingga keamanan dalam menggunakan internet.
- Pelatihan Jurnalistik Dasar, sebagai bekal menyampaikan informasi secara benar, akurat, dan bertanggung jawab.
- Literasi Keuangan, berupa pengenalan pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak sejak usia dini.
Disesuaikan dengan Jadwal Pesantren
Pelaksanaan kegiatan akan disesuaikan dengan jadwal belajar mengajar di pondok pesantren agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan. Waktu pelatihan akan ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama pihak pesantren.
Selain itu, MIO Lombok Timur juga membuka peluang kolaborasi dengan tenaga pendidik serta praktisi di berbagai bidang guna memastikan kualitas materi dan efektivitas proses pembelajaran.
Harapkan Lahir Generasi Berkarakter dan Melek Informasi
Saat ini, proposal pelaksanaan kegiatan beserta permohonan dukungan telah disampaikan kepada pihak Pondok Pesantren NW Bagik Payung.
Melalui program tersebut, MIO Lombok Timur berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang baik, berpikir kritis, kreatif, berkarakter kuat, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar di tengah masyarakat.
Sekretaris DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Munir Fauzi, optimistis program ini akan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
"Kami yakin, dengan dukungan semua pihak, langkah ini akan menjadi kontribusi nyata MIO dalam mendorong kemajuan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Timur," tutup Munir Fauzi.
Editor :M Amin