APEC 2025: Ide Prabowo untuk Ketapang Nasional dengan AI & Minta Perkuat Kerjasama terkait Judol
Foto Suasana Khidmat saat Presiden Republik Indonesia Ke-8, Prabowo Subianto Menyampaikan National Speech pada APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) Sesi Ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Sabtu (1/
Kerugian Ekonomi RI Ditaksir Mencapai Sekitar $8 Miliar/ Tahun Akibat Judol. Presiden Prabowo Ungkap Kerja Sama APEC Dinilai Penting Untuk Menutup Celah-Celah Ekonomi Yang Dieksploitasi Kejahatan Lintas Batas
Kerugian Ditaksir Mencapai Sekitar $8 Miliar/ Tahun Akibat Judol. Presiden Prabowo Ungkap Kerja Sama APEC dinilai penting untuk menutup celah-celah ekonomi yang dieksploitasi kejahatan lintas batas
SIGAP NEWS NTB | Nasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi menjadi kunci bagi Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Pernyataan itu disampaikan Presiden pada sesi ke-2 APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu (1/10/2025).
Inti Pidato: AI untuk Rakyat dan Ketahanan Pangan
Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memasuki era baru yang ditandai kemajuan teknologi tinggi, terutama kecerdasan buatan, sekaligus menghadapi tantangan perubahan demografi. Pemerintah, menurutnya, memusatkan seluruh upaya untuk menuntaskan kemiskinan dan kelaparan secara cepat dan terukur. Sesuatu yang Presiden Prabowo sebagai tugas paling mendesak pembangunan nasional.
“Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini. Karena itu, kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” kata Presiden Prabowo.
Dari ladang ke layar: bukti awal di sektor pertanian
Dalam pidatonya, Presiden menjelaskan bahwa Indonesia sudah mulai memetik hasil nyata penerapan AI di pertanian. Dengan teknik pertanian presisi berbasis teknologi tinggi, menurut Presiden, produksi pangan khususnya beras dan jagung, telah meningkat hingga menunjukkan capaian tertinggi sejak kemerdekaan. Target awal swasembada yang semula direncanakan empat tahun dipercepat berkat adopsi teknologi tersebut.
Kejahatan Lintas Batas: Ancaman Ekonomi yang Harus Diatasi Bersama
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kerjasama internasional dalam menekan kejahatan lintas batas, termasuk penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring. Ia menegaskan bahwa arus dana keluar akibat perjudian daring merugikan ekonomi nasional. Kerugian tersebut ditaksir mencapai sekitar 8 miliar dolar AS per tahun. Untuk itu, kerja sama APEC dinilai penting untuk menutup celah-celah ekonomi yang dieksploitasi kejahatan lintas batas.
Pendidikan, Keterampilan Digital, dan Pemberdayaan UMKM
Sebagai bagian dari strategi, Presiden menyatakan komitmen memperkuat pendidikan dan keterampilan digital untuk seluruh lapisan masyarakat. Indonesia ingin berpartisipasi dalam inisiatif APEC yang meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan, sekaligus memberdayakan usaha kecil menengah (UMKM) dan memperkuat sistem kesehatan untuk menghadapi perubahan demografi. Menurutnya, penguasaan teknologi hanya bisa dicapai lewat kolaborasi erat kawasan Asia-Pasifik.
“Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan. Kami juga ingin memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan kami dalam menghadapi perubahan demografi,” tutup Presiden Prabowo dengan sungguh-sungguh.
Penutup: Kendali atas Masa Depan Teknologi melalui Kerjasama APEC
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci kemajuan bangsa dan hanya dapat dicapai melalui kerja sama regional. Ia menyatakan keyakinan bahwa melalui kolaborasi di dalam APEC, negara-negara kawasan dapat memastikan kendali atas masa depan teknologi mereka dan bersama-sama mencapai tujuan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran delegasi Indonesia dan pertemuan puncak APEC di Gyeongju ini menegaskan komitmen Jakarta pada agenda itu.
Editor :M Amin