PHP Sejak 2025? Ketua Baznas RI JANJI RSUD Lombok Timur Akan Jadi Rumah Sehat Baznas pada Tahun Ini
Foto Suasana Saat Ketua Baznas RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc Melakukan Kunjungan Untuk Persiapan Peralihan dari RS Lombok Timur Menjadi Rumah Sehat Baznas pada Kamis (23/4/2026) (Dok. Pribadi)
Ketua Baznas RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc: "Ini Adalah Hasil Karya Umat Dari Zakat. Kita Jaga Dan Kita Manfaatkan Sebaik-Baiknya. Baznas RI Siap Bekerja Sama Dengan Pemerintah Daerah Untuk Pengembangan Ke Depan, Termasuk Soal Peralatan Rumah Sakit"
Sigap News NTB | Lotim — Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si didampingi Sekretaris Daerah menerima kunjungan kerja Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI H. Sodik Mudjahid beserta rombongan, Kamis (23/4/2025). Kunjungan tersebut diawali dengan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur di Labuhan Haji, yang rencananya akan segera dialihkan menjadi Rumah Sehat Baznas.

Foto Suasana Saat Bupati Drs. H. Haerul Warisin Menyambut Kedatangan Ketua Baznas RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc di RS Lombok Timur, pada Kamis (23/4/2026) (Dok. Pribadi)
Peninjauan RSUD Lombok Timur
Dalam peninjauan itu, Direktur Utama RSUD Lombok Timur memaparkan kondisi rumah sakit sekaligus menunjukkan fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia.
Berdasarkan pemaparan dr. Lalu Ofan Hendradi, M. Kes selaku Direktur RSUD Lombok Timur, rumah sakit ini bertipe D, terakreditasi paripurna, mulai dibangun sejak 13 April 2017 sebagai Yayasan Rumah Sakit Islam Kita. Lalu pada 31 Agustus 2019 berubah menjadi RSUD Lombok Timur. Kemudian pada September 2025, rumah sakit ini direncanakan menjadi Rumah Sehat Baznas Lombok Timur.
Saat ini RSUD Lombok Timur memiliki 170 pegawai, 75 tempat tidur pasien, dan 2 ambulans. Data kunjungan pasien sejak 2022 juga terus mengalami peningkatan.
Rumah sakit ini berdiri di atas lahan seluas 902,4 meter persegi, memiliki alat kesehatan senilai Rp33,13 miliar, serta IPAL senilai sekitar Rp1,6 miliar. Pendapatan rata-rata rumah sakit mencapai Rp1,249 miliar per bulan, dengan biaya operasional sekitar Rp14,996 miliar per tahun. Saat ini, RSUD Lombok Timur juga sedang dalam proses peningkatan status menjadi tipe C. Nantinya, akan ada penambahan 24 tempat tidur pasien. Namun, sejumlah alat dan mesin kesehatan di rumah sakit tersebut tidak dapat dipindahkan karena telah terpasang secara permanen.
Silaturahmi di Pendopo Bupati
Usai peninjauan, Ketua Baznas RI melanjutkan silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Lombok Timur di Pendopo Bupati Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin memaparkan perjalanan zakat di Lombok Timur yang diawali dengan lahirnya Perda Zakat Nomor 9 Tahun 2002, pembentukan Bazda, hingga sejarah pembangunan RSUD Lombok Timur yang berasal dari dana umat melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Menurut Bupati, rumah sakit yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Islam (RSI) Kita itu dibangun pada 2017 di atas lahan Pemda dengan biaya sekitar Rp30 miliar yang seluruhnya bersumber dari ZIS masyarakat Lombok Timur. Setelah itu, fasilitas dan alat kesehatan dilengkapi melalui APBD Lombok Timur.
Harapan Dukungan Baznas RI
Dengan rencana pengelolaan RSUD Lombok Timur oleh Baznas RI dan perubahannya menjadi Rumah Sehat Baznas, rumah sakit tersebut diharapkan dapat kembali menjalankan fungsi awalnya, yakni melayani masyarakat kurang mampu.
Bupati juga berharap Baznas RI dapat membantu Pemerintah Daerah dalam melengkapi peralatan RSUD yang rencananya akan dipindahkan ke Kecamatan Masbagik. Hal ini mengingat sejumlah alat kesehatan tidak dapat dipindahkan karena telah terpasang permanen.
Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa bantuan alat kesehatan senilai Rp30 miliar yang dijanjikan Kementerian Kesehatan baru akan terealisasi pada 2027, dan jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi.
Kebutuhan Layanan Kesehatan di Lombok Timur
Diketahui, jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur saat ini mencapai sekitar 1,5 juta jiwa dan masih sangat membutuhkan fasilitas layanan kesehatan yang memadai. Pemindahan RSUD Lombok Timur dari Labuhan Haji ke Masbagik diharapkan dapat lebih optimal melayani masyarakat di kawasan Masbagik, Pringgasela, dan Sukamulia.
Apresiasi Ketua Baznas RI
Ketua Baznas RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc mengapresiasi kemandirian dan perjuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama para muzaki yang berhasil membangun rumah sakit dari dana zakat melalui Bazda. Ia juga memberi apresiasi kepada Direktur RSUD Lombok Timur yang telah menyiapkan seluruh proses dengan dukungan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai.
Ia menegaskan, pengembangan rumah sakit tersebut akan lebih optimal melalui kerja sama antara Baznas pusat, provinsi, dan daerah. Baznas RI, kata dia, siap mendukung pembangunan Rumah Sehat Baznas di Lombok Timur, termasuk penyediaan peralatan dan fasilitas lainnya.
“Ini adalah hasil karya umat dari zakat. Kita jaga dan kita manfaatkan sebaik-baiknya. Baznas RI siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pengembangan ke depan, termasuk soal peralatan rumah sakit,” tegas Sodik Mudjahid.
Ia juga berpesan agar rumah sakit tersebut dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.
Mengenai waktu peralihan, Ketua Baznas RI telah berjanji di hadapan Bupati Haerul Warisin dan Direktur RS Lombok Timur:
"Kalau masuk rencana kerja anggaran dari Pimpinan sebelumnya maka bisa langsung eksekusi tahun ini, untuk menjadi Rumah Sehat Baznas. Kalau tidak, realisasinya paling lama pada anggaran perubahan (sekitar bulan September) tahun ini", ungkap Ketua Baznas RI dengan nada optimisme.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Baznas RI dalam mewujudkan Rumah Sehat Baznas di tengah dinamika pergantian Ketua Baznas RI pada 13 Maret 2026 lalu. Juga sebagai bukti komitmen Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc, dalam melanjutkan estafet kebaikan dengan fokus pada transformasi pengelolaan zakat dari sekadar charity (santunan) menuju pemberdayaan ekonomi dan sosial yang melembaga.
Foto Kunker Ketua Baznas RI ke RS Lombok Timur
Penguatan Program Baznas ke Depan
Lebih lanjut, Dr. H. Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa ke depan Baznas RI akan mengubah pola pembinaan dari sekadar charity atau berbagi menjadi pola yang lebih melembaga, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, UKM, dan peternakan.
Baznas akan terus berupaya memobilisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia menambahkan, potensi ZIS di Indonesia masih sangat besar dan belum tergali sepenuhnya. Karena itu, Baznas akan terus melakukan modernisasi dalam mobilisasi dan pengelolaan ZIS, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Komitmen Kolaborasi
Di akhir penyampaiannya, Ketua Baznas RI menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, penanggulangan bencana, dan perumahan, serta mendorong pembangunan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan sedekah.
Editor :M Amin