Risk Preventif: Satlantas Polresta Mataram Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Mandalika
Foto Suasana Saat Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Oleh Tim Gabungan di Terminal Mandalika, pada Kamis (05/02/2026) (Humas Polresta Mataram)
Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Muhamad Puteh Rinaldi: “Kegiatan Ini Merupakan Upaya Memastikan Kendaraan Umum Laik Beroperasi Sebagai Langkah Antisipasi Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas”
Sigap News NTB | Mataram — Dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Rinjani 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Mataram menggelar ramp check terpadu terhadap angkutan umum di Terminal Mandalika serta beberapa agen travel di wilayah hukumnya, pada Kamis (05/02/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Muhamad Puteh Rinaldi, S.I.K., M.Sc, melibatkan unsur BPTD, Dinas Perhubungan Kota Mataram, Jasa Raharja, dan Dokkes. Hal ini merupakan sebuah upaya kolaboratif untuk memastikan keselamatan warga pengguna jasa transportasi.
Operasi Terpadu di Titik Kritis: Terminal Mandalika sebagai Fokus
Ramp check dilaksanakan di Terminal Mandalika, salah satu titik konsentrasi arus penumpang di Kota Mataram. Tim gabungan menyisir unit-unit angkutan umum dan agen travel untuk melakukan pemeriksaan administrasi dan teknis kendaraan. Langkah ini bukan sekadar ritual pemeriksaan. Melainkan tindakan preventif yang sistematis untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan sejak sumbernya: kendaraan dan pengemudi.
Apa yang Diperiksa?
Petugas melakukan pengecekan menyeluruh meliputi:
- Administrasi: kelengkapan surat-surat kendaraan dan dokumen perizinan.
- Kondisi teknis: rem, lampu, ban, serta komponen krusial lainnya.
- Perlengkapan keselamatan: APAR, kotak P3K, dan kelengkapan penunjang lain.
- Kesehatan pengemudi: pemeriksaan kesehatan untuk memastikan sopir dalam kondisi prima sebelum beroperasi.
Pemeriksaan menyandingkan pengamatan visual dengan pengecekan teknis yang lebih detil, dari tekanan angin ban hingga fungsi lampu rem. Sehingga potensi gangguan dapat ditemukan dan ditangani saat itu juga.
Suara Pejabat: Komitmen untuk Keselamatan
“Kegiatan ini merupakan upaya memastikan kendaraan umum laik beroperasi sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tegas AKP Muhamad Puteh Rinaldi.
Ia menambahkan bahwa ramp check merupakan bagian penting dari pendekatan preemptif dan preventif dalam Operasi Keselamatan Rinjani 2026, yang menitikberatkan pada pencegahan risiko sejak dini, bukan hanya penindakan setelah kejadian.
Menggabungkan Peran: Kolaborasi Antar-Instansi
Keterlibatan BPTD, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Dokkes menunjukkan pendekatan multi-lembaga: dari aspek teknis jalan dan kendaraan, jaminan asuransi kecelakaan, hingga aspek kesehatan pengemudi. Sinergi ini memperkuat legitimasi operasi dan mempercepat penanganan jika ditemukan persoalan. Misalnya rujukan perbaikan teknis di tempat atau prosedur klaim asuransi bagi korban kecelakaan.
Dampak yang Diharapkan: Lebih dari Sekadar Pemeriksaan
Melalui ramp check terpadu, Polresta Mataram berharap:
- Menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan menyingkirkan faktor penyebab teknis dan kelelahan pengemudi.
- Meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi penumpang angkutan umum.
- Menumbuhkan budaya kepatuhan: pengemudi dan pemilik armada lebih disiplin memelihara kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Pendekatan ini tidak hanya teknis, tetapi juga bersifat mendidik. Imbauan humanis diberikan kepada pengemudi selama operasi: patuhi rambu, jaga kecepatan, utamakan keselamatan penumpang.
Pesan untuk Masyarakat Pengguna Transportasi
Bagi masyarakat, ramp check ini menjadi jaminan bahwa aparat bekerja untuk keselamatan publik. Penumpang juga diimbau memilih angkutan dengan kelengkapan dokumen, tidak ragu melaporkan jika menjumpai kondisi kendaraan yang berisiko, dan ikut mengingatkan sopir bila menemukan praktik berkendara berbahaya.
Penutup: Menganyam Keselamatan Bersama
Operasi Keselamatan Rinjani 2026 yang diwarnai ramp check di Terminal Mandalika menunjukkan satu hal penting: keselamatan lalu lintas adalah hasil kerja bersama antara polisi, pemerintah daerah, operator angkutan, dan penumpang. Ketika setiap pihak memegang bagian tanggung jawabnya, jalan bukan lagi medan ancaman tetapi ruang produktif yang aman bagi aktivitas warga.
Editor :M Amin