Keren! Mitra SPPG Ini Rela Bayar Chef Rp 15 Juta/Bulan, Demi Jaga Kualitas MBG Untuk 1.528 PM
Foto Mitra Bambang Cahyadi, SPPI Nandang Fadhil Hidayat & Kondisi SPPG "Yayasan Darul Ulum Sibawaeh" yang Berlokasi di Dusun Cepak Lauk, Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel - Lotim NTB pada Selasa (27/1/2026) (Dok. Pribadi)
Mitra SPPG Yayasan Darul Ulum Sibawaeh Aikmel, Bambang Cahyadi: "Untuk Memastikan Komitmen Dan Kualitas, Kami Bahkan Menawarkan Honor Yang Lebih Besar pada Chef, Yakni Rp 15 Juta Per Bulan. Walaupun Dukungan Dari BGN Saat Ini Berada Pada Kisaran Rp 130 Ribu Hingga Rp 150 Ribu Per Hari, Selisih Pembiayaan Tersebut Kami Tanggung Sendiri Melalui Subsidi Dari Pihak Mitra"
Sigap News NTB | Lotim — Di sebuah dapur yang tampak biasa dari luar namun bekerja dengan standar luar biasa, SPPG Yayasan Darul Ulum Sibawaeh/ SPPG Aikmel Barat 2 (juga dikenal sebagai Dapur MBG Aikmel 3) memperlihatkan bagaimana komitmen lokal dan pengorbanan finansial mitra, dapat meningkatkan mutu pelayanan gizi bagi anak-anak dan kelompok B3 (bumil, busui, dan balita non-PAUD). Hal ini terungkap dari penelusuran Sigap News NTB pada Selasa, 27 Januari 2026 Pukul: 16.00 Wita. Untuk menjaga keberlanjutan mutu, mitra dapur tersebut menanggung subsidi besar dengan mendatangkan chef profesional bersertifikat dan memberikan honor hingga Rp 15.000.000 per bulan. Menurut para pengelola, langkah itu bukan sekadar soal cita rasa, melainkan investasi bagi masa depan Generasi Emas 2045.

(Dok. Pribadi)
Latar Belakang: MBG Sebagai Strategi Menuju Indonesia Emas 2045
MBG (Makanan Bergizi Gratis) bukan program makanan biasa. Sejak kampanye Pilpres 2024 Presiden Prabowo menempatkan MBG sebagai salah satu langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan mencegah stunting pada tiga segmen ekonomi paling rentan. MBG dirancang untuk menjangkau jutaan anak yang kesulitan mengakses makanan seimbang, sekaligus menjadi alat edukasi pola makan sehat sejak dini.
Di tingkat operasional, Program MBG menuntut pemenuhan empat standar nasional, yakni kecukupan kalori, komposisi gizi, higienitas, dan keamanan pangan. Hal ini ditegaskan oleh perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam sosialisasi program yang dipublikasikan Metro TV News pada 25 November 2025 lalu. Perwakilan BGN, Teguh Supangardi, menyampaikan bahwa MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia menegaskan bahwa setiap dapur MBG wajib memenuhi keempat standar tersebut melalui penerapan SOP yang ketat, pendampingan ahli gizi, penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi staf, serta pengujian acak terhadap bahan makanan. Teguh juga mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan MBG melalui kanal resmi BGN sebagai bagian dari pengawasan publik.
Dapur Teladan: SPPG Aikmel Barat 2
Diresmikan beroperasi pada 20 Oktober 2025 lalu, SPPG Aikmel Barat 2 bernaung di bawah Yayasan Darul Ulum Sibawaeh. Struktur operasionalnya rapi dan terukur yaitu:
- Kepala SPPG (SPPI): Nandang Fadhil Hidayat, S.H;
- Ahli Gizi: Mega Rozika, S.T.P;
- Akuntan: Argiani, S.E;
- Aslap: Muhammad Aprianto Abharudin, S.A.P;
- Chef: Redi Abu Ilyassa (chef profesional tersertifikasi);
- Total relawan: 47 orang + staf inti 3 orang;
- Divisi: Pengolahan (8) dengan Taryono sebagai Koordinator, Persiapan (8) dengan Sahrul Fazri sebagai Koordinator, Pencucian Omprengan (12) dengan Lalu Saleh sebagai Koordinator, Pemorsian (12) dengan Sulkiyah sebagai Koordinator, Pengantaran/Distribusi (4) dengan Saiful Bahri sebagai Koordinator & Kebersihan (2).
Daftar Penerima Manfaat (PM)
Sekolah & Pondok
- TK IT Narendra sebanyak 42 siswa + 5 guru = 47 orang;
- TK Al Mufidah sebanyak 54 siswa + 4 guru = 58 orang;
- SMPN 1 Aikmel sebanyak 1.006 siswa + 76 guru = 1.082 orang;
- SMK Ilhami sebanyak 59 siswa + 17 tenaga pendidik = 76 orang;
- Pondok Pesantren Dibama sebanyak 100 santri + 3 guru = 103 orang.
Posyandu (B3)
- Balita Non PAUD: 143 anak;
- Ibu hamil: 7 orang;
- Ibu menyusui: 12 orang.
Daftar PM menunjukkan skala operasi yang luas: dari TK (dua sekolah), SMPN 1 Aikmel (1.006 siswa + 76 guru), SMK, pondok pesantren, hingga posyandu untuk balita dan ibu hamil dengan total 1.528 PM.
Mengapa Bayar Chef Rp 15 Juta/Bulan? Kisah Pengorbanan Mitra
Langkah mitra Dapur seperti yang disampaikan oleh Bambang Cahyadi adalah keputusan strategis: mendatangkan chef profesional demi konsistensi rasa, efisiensi produksi, dan kepatuhan pada AKG (Angka Kecukupan Gizi). Dalam pernyataannya ia menjelaskan bahwa meski dukungan dari BGN untuk operasional harian untuk honor Chef berada pada kisaran Rp130.000–Rp150.000 per hari, mitra memilih mensubsidi kebutuhan tambahan termasuk honor chef agar mutu dan kualitasnya terjamin.

Foto Salah Satu Menu MBG Yang Disajikan oleh Koki Profesional SPPG Yayasan Darul Ulum Sibawaeh (Dok. Pribadi)
Pengorbanan finansial ini (Rp 15 juta/bulan untuk satu chef) menggambarkan prioritas: lebih baik ada biaya lebih sekarang daripada kualitas makanan yang meredup. Karena makanan yang disukai anak akan membantu tercapainya target gizi nyata.
“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada keluhan terkait kualitas makanan. Hal ini karena sejak awal kami mendatangkan chef profesional. Sebagaimana kita ketahui, para chef ini telah berpengalaman bekerja di berbagai restoran dengan tingkat pendapatan yang cukup tinggi. Untuk memastikan komitmen dan kualitas, kami bahkan menawarkan honor yang lebih besar, yakni Rp 15 juta per bulan.
Sementara dukungan dari BGN saat ini berada pada kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per hari, selisih pembiayaan tersebut kami tanggung sendiri melalui subsidi dari pihak mitra. Semua ini kami lakukan semata-mata demi menyukseskan Program MBG ,sebagai ikhtiar mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya masyarakat Aikmel.
Pada awal pelaksanaan, program ini melayani sekitar 1.500 Penerima Manfaat (PM), kemudian sempat meningkat hingga 3.500 PM. Namun, seiring dengan pemerataan operasional dapur MBG di wilayah Aikmel, yang kini berjumlah sekitar 21 dapur MBG, maka jumlah penerima manfaat per dapur kini berada pada kisaran rata-rata 1.300 hingga 1.500-san PM,” ungkap Bambang Cahyadi yang juga aktif sebagai Pemilik Usaha Travel Umrah & Haji, Fitour International.
Total Quality Management: dari bahan baku sampai piring anak
Kepala SPPG/ SPPI "Yayasan Darul Ulum Sibawaeh", Nandang Fadhil Hidayat, SH, menegaskan pendekatan manajemen mutu total (TQM) diterapkan di seluruh lini. Dimulai dari pemilihan bahan baku lokal, teknik pengolahan sesuai SOP, pengawasan ahli gizi, hingga pengemasan dan distribusi. Setiap staf memakai APD (hairnet, masker, sarung tangan). Menu disusun untuk memenuhi AKG dan menyesuaikan selera anak (variasi hingga 100 jenis menu).
“Sebagai Kepala SPPG, prioritas utama kami adalah memastikan dapur MBG beroperasi dengan standar higienis tertinggi. Setiap porsi yang keluar dari dapur ini dijamin aman, bersih, dan bergizi seimbang untuk tumbuh kembang anak-anak.
Kami menerapkan pengawasan ketat dari pemilihan bahan baku segar hingga penyajian, memastikan tidak ada kontaminasi silang dan dimasak dengan suhu yang tepat.
Dapur MBG/ SPPG kami berkomitmen menjalankan Total Quality Management (TQM), agar seluruh menu memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan.
Adapun SPPG bukan hanya tentang makanan, tapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Dapur kami memberdayakan warga sekitar dan bekerja sama dengan pemasok lokal untuk bahan baku yang segar.
Alhamdulillah Dapur MBG ini telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, sekaligus memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan terbaik,” kata SPPI Nandang Fadhil Hidayat dengan sungguh-sungguh.
Kehadiran chef profesional memperkuat titik-titik kritis: formulasi rasa yang disukai anak (mengurangi pemborosan makanan), efisiensi proses produksi, dan pelatihan praktis untuk relawan sehingga praktik higienis menjadi budaya.
"Adanya chef profesional yang tersertifikasi di dapur kami sangat membantu memastikan bahwa, menu bergizi yang disusun tidak hanya memenuhi standar kecukupan gizi (AKG). Tetapi juga memiliki cita rasa yang lezat dan disukai oleh penerima manfaat. Ini menjamin produk akhir yang berkualitas. Dengan kehadiran chef juga dapat meningkatkan profesionalisme operasional. Hal ini memastikan efisiensi dalam produksi, kebersihan yang terjaga, serta konsistensi rasa dan porsi, yang sangat penting dalam keberlanjutan program MBG ini", tambah SPPI Nandang dengan senyum penuh optimisme akan kualitas dan manajemen dapur MBG yang Ia pimpin.
Dampak ekonomi-lokal: pemberdayaan petani, UMKM, dan lapangan kerja
MBG dirancang bukan hanya untuk memberi makan, tetapi juga memberdayakan rantai pasok lokal. SPPG Aikmel Barat 2 melibatkan petani, nelayan, dan UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku segar, yang mendorong peningkatan pendapatan daerah. Selain itu, kehadiran dapur membuka kesempatan kerja bagi puluhan relawan, serta proses rekrutmen yang dilakukan secara profesional (tes tulis + wawancara), demi menjamin kualitas SDM.
Mitra Bambang menambahkan, sebanyak hampir 550 calon relawan mendaftar untuk ekspansi Dapur MBG 2, milik Yayasan yang ia pimpin. Hal ini menandakan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG, yang dapat meningkatkan kesejahteraan di Lotim.
Fakta Cepat (Ringkasan Angka Penting)
- Mulai beroperasi: 20 Oktober 2025 (operasional awal disebut mulai September oleh pihak mitra);
- Total Penerima Manfaat: 1.528 PM;
- Chef profesional tersertifikasi: Redi Abu Ilyassa (honor mitra Rp 15.000.000/bulan);
- Relawan: 47 orang; Staf inti: 3 orang;
- Menu: ≈ 100 variasi; pengawasan ahli gizi: Mega Rozika, S.T.P;
- Standar nasional MBG (BGN): kecukupan kalori, komposisi gizi, higienitas & keamanan pangan.
Pesan Penutup: Amanah, Investasi, dan Tanggung Jawab Bersama
Pernyataan SPPI Nandang dan Mitra Bambang menegaskan satu pesan utama: Program MBG merupakan amanah publik. Makanan yang tampak “gratis” sejatinya lahir dari kerja kolektif dan pembiayaan bersama melalui pajak. Karena itu, seluruh pihak berkewajiban menjaga mutu, akuntabilitas, dan transparansinya.
Komitmen mitra yang bersedia membayar chef profesional sebesar Rp15 juta per bulan bukanlah pemborosan, melainkan investasi strategis. Langkah ini memastikan anak-anak menerima asupan bergizi, terbiasa dengan pola makan sehat, serta tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan produktif. Model kerja SPPG Aikmel Barat 2 yang memadukan standar nasional, profesionalisme, dan kepedulian UMKM lokal, layak dijadikan rujukan dalam upaya bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Dok. Pribadi)
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas terselenggaranya program ini. Masyarakat sekitar yang bekerja di dapur MBG benar-benar merasakan manfaatnya. Siswa yang sebelumnya mengalami keterbatasan finansial, kini setiap hari dapat menikmati hidangan bergizi seperti ayam, daging, ikan, dan lain-lain.
Kepada rekan-rekan mitra dan pengelola yayasan: mari kita sama-sama menjaga amanah ini. Makanan bergizi yang tampak “gratis” sesungguhnya dibiayai oleh kerja keras dan uang pajak kita. Oleh karena itu, mari pastikan program ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan pendidikan Indonesia,” tutup Mitra Bambang Cahyadi dengan senyum penuh keikhlasan.
Editor :M Amin