TGH. Ishak Abdul Gani, Lc Kembali Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MUI Lotim Periode 2025-2030
Foto Suasana MUSDA Ke-7 MUI Kabupaten Lombok Timur yang Dihadiri oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si & Wabup Ir. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM pada Kamis (4/12/2025) (Dok. Pribadi)
Bupati Drs. H. Haerul Warisin Tegaskan Visi-Misi Pemda Harus Berjalan Seiring Dengan Kolaborasi 3 Pilar: Ulama, Umara & Aghniya (Dermawan). Sedangkan TGH. Habiburrahman, Lc Sampaikan Dukungan kepada Ketua MUI Terpilih, TGH. Ishak Abdul Gani, Lc
Sigap News NTB | Lombok Timur — Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lombok Timur ke-7 resmi dibuka oleh Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si didampingi Wakil Bupati Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM di Pendopo Bupati Lombok Timur, pada Kamis (4/12/2025). Kegiatan lima tahunan yang mengusung tema “Dengan Semangat Kebersamaan Ulama, Zu’ama dan Aghniya Kita Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius & Transparan)” itu menghasilkan satu keputusan penting: TGH. Ishak Abdul Gani, Lc kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Lombok Timur periode 2025–2030, dengan dukungan penuh dari Pemda Lotim & TGH. Habiburrahman, Lc (Ketua Pengurus Masjid Besar At-Taqwa Wanasaba & Pimpinan Ponpes Arrobbani Wanasaba).
Pemilihan dan Susunan Kepengurusan
Musda ke-7 berjalan sebagai forum konsolidasi, evaluasi dan penetapan arah kerja MUI untuk lima tahun mendatang. Selain penetapan kembali TGH. Ishak Abdul Gani, Lc sebagai Ketua Umum secara aklamasi, forum juga mengusulkan dan menetapkan Drs. Sudjono AE sebagai Sekretaris MUI Lotim. Hadir pada acara tersebut Dewan Pimpinan dan pengurus MUI Lotim (Drs. H. Muhammad Kamli), perwakilan MUI Provinsi NTB, unsur TNI/Polri, Ketua Baznas Lotim, Kepala KUA Se-Lotim serta tokoh agama juga Cendikiawan Muslim.
Ulama sebagai Penyangga Umat: Pernyataan Inspiratif Ketua MUI Lotim
Dalam sambutannya, TGH. Ishak Abdul Gani, Lc menyampaikan pesan yang menguatkan peran ulama secara inspiratif: ulama adalah warasatun anbiya, pewaris para nabi yang menjadi benteng spiritual dan moral umat. Ia menegaskan bahwa hubungan ulama dan umara (pemerintah) harus berjalan beriringan demi kemaslahatan bangsa dan daerah. Mengingat perjalanan MUI Lotim selama 35 tahun, TGH. Ishak memaparkan bagaimana MUI selalu berada di garis depan penanganan krisis: dari peran aktif saat pandemi COVID-19, respons atas bencana gempa, hingga mediasi meredakan ketegangan sosial seperti kasus sensitif di Kecamatan Wanasaba.
"Tergesa-gesa itu dari perbuatan Syaitan. Sehingga Saya menyampaikan secara hati-hati. Terimakasih atas support kegiatan ini, Pak Bupati. "Ulama adalah penyangga & penjaga benteng pertahanan ummat. Karena ulama adalah Warasatun Anbiya", ungkap Tuan Guru Karismatik dan Senior, TGH. Ishak Abdul Gani, Lc.
"Kami berharap keaktifan Tuan Guru Muda kedepannya. Harapan Kita bersama, mohon dukungan Bupati untuk dana hibah dari APBD Murni atau tidak keluar akhir tahun. Semoga di Pemerintahan Bupati & Wabup, MUI Lotim tidak hutang-hutang lagi, tambah TGH. Ishak Abdul Gani, Lc".
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa MUI Lotim menaruh harapan besar pada Da'i Muda & sangat membutuhkan dukungan alokasi anggaran sejak awal tahun 2026. Sehingga, pelaksanaan berbagai kegiatan dan program dapat terlaksana dengan baik untuk kemaslahatan masyarakat Lombok Timur melalui visi LOTIM SMART.
Beliau juga menegaskan komitmen organisasi untuk selalu siap memberi fatwa dan bimbingan; mekanisme internalnya fleksibel dengan berkumpul rutin tiap tiga bulan dan bila diperlukan mengeluarkan fatwa dalam rentang dua minggu. Pada nada yang inspiratif, TGH. Ishak memohon dukungan penuh pemda agar MUI dapat bekerja tanpa beban utang, serta menegaskan kesiapan generasi muda ulama untuk aktif mengabdi.
Apresiasi dan Pesan MUI Provinsi NTB
Perwakilan MUI Provinsi NTB memberi apresiasi atas dukungan fasilitas dan penyelenggaraan Musda oleh Pemkab Lotim. Dalam pesan yang bernada pembinaan, MUI NTB menekankan bahwa pengurus baru tidak harus selalu wajah baru—yang terpenting adalah kesiapan bekerja dan mengabdi. MUI Provinsi juga menekankan peran Komisi Fatwa sebagai kontrol sosial yang meneguhkan tata laku umat, serta pentingnya mempersatukan seluruh ormas agar tidak muncul perbedaan yang mencolok. Kesimpulannya: Musda harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembimbingan umat dan kebersamaan.
Sinergi Ulama–Umara–Aghniya: Visi Bupati untuk Pembangunan Daerah
Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwa Musda bukan sekadar formalitas, melainkan ruang penting untuk merumuskan langkah bersama demi pembangunan daerah. Ia menegaskan prinsip bahwa visi misi pemerintah harus berjalan seiring dengan kolaborasi tiga pilar: ulama, umara, dan aghniya (dermawan).
"MUSDA MUI ini sangat penting bagi Kami (Pemda Lotim). Bagaimanapun MUSDA ini mampu merumuskan ikut dalam kebijakan pemerintah daerah. Kita tidak terpisahkan. Sangat tepat dengan program Kita kedepan pada tema acaranya. Ulama, Umara & Orang kaya sangatlah penting untuk kesejahteraan masyarakat", kata Bupati karismatik yang biasa disapa H. Iron ini.
Secara terbuka Bupati menyampaikan kondisi fiskal daerah dan mengubahnya menjadi motivasi kerja: meski ada pemangkasan anggaran pusat sebesar Rp 78 M dan Rp 402 M, hal itu tidak menjadi hambatan. Pemerintah daerah tetap mampu mendukung pembiayaan program MUI dan ormas. Bupati memaparkan capaian pendapatan daerah (PAD) yang meningkat. PAD Lotim tercatat 64% pada 2023, naik menjadi 80% pada 2024, dan mencapai 98% pada saat ini. Serta akhir 2025 akan mencapai target 100%. Hal ini menunjukkan ketahanan fiskal dan kemampuan menjemput program nasional oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si telah sangat berdampak akan kemajuan Lombok Timur.
Bupati juga memaparkan capaian dan program pro-rakyat: sejak Maret tercatat 116 dapur yang melayani B3 (Bu Hamil Bu Menyusui & Balita); dukungan dana yang masuk ke Lotim disebutkan melebihi Rp 2 triliun; keberhasilan penanganan stunting; bantuan awal pemerintah daerah yang berani menganggarkan Rp 40 M untuk 237 ribu paket; serta prestasi nasional TPID yang memberi insentif antara Rp 6–7 juta dan potensi insentif tambahan dari skema pusat (dari alokasi Rp 780 miliar untuk sejumlah penerima). Dalam wujud kepedulian sosial, pekan ini Pemda akan menyalurkan beras untuk 3,2% warga kategori miskin ekstrem, insentif untuk guru ngaji dan marbot, serta telah membayar Rp 96 M untuk tagihan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat miskin.
Pernyataan Inspiratif TGH. Habiburrahman, Lc: Dukungan dan Amanah untuk Kebersamaan
Menanggapi terpilihnya kembali TGH. Ishak Abdul Gani, Lc, TGH. Habiburrahman, Lc memberikan pernyataan yang sarat inspirasi dan amanah:
“Terpilihnya kembali TGH. Ishak Abdul Gani, Lc sebagai Ketua MUI Lotim adalah bukti kepercayaan umat terhadap kepemimpinan yang matang dan penuh tanggung jawab. Kita tidak hanya memilih figur, tetapi meneguhkan komitmen bersama. Ulama sebagai penuntun ruhani, umara sebagai pelaksana kebijakan, dan aghniya sebagai penopang kesejahteraan. Dukungan kami 100% bukan sekadar formalitas; melainkan panggilan untuk bersama membangun Lombok Timur yang SMART. Semoga kepengurusan baru mampu memberi fatwa yang bijak, membina toleransi, dan menggerakkan program nyata untuk rakyat.”
Pernyataan tersebut menegaskan harapan agar kepemimpinan yang berlanjut ini dapat mempererat sinergi antarpihak dan menjadikan MUI Lotim sebagai motor pembinaan moral sekaligus mitra strategis pembangunan daerah.
Foto Kegiatan Musda Ke-7 MUI LOTIM
Catatan Kinerja MUI Lotim: Dari Krisis ke Mediasi
Musda menjadi momentum untuk merekam jejak MUI Lotim: organisasi berusia 35 tahun tersebut aktif memberi panduan saat pandemi, melakukan dzikir dan istighasah saat gempa (tercatat kegiatan di Sembalun Bumbung & Obel-Obel yang kemudian diharapkan berdampak menenangkan suasana), serta memainkan peran mediasi yang meredakan konflik lokal. Pernyataan-pernyataan dari arena Musda direvisi menjadi narasi yang menginspirasi: MUI tidak sekadar memberi fatwa, tetapi menjadi jembatan yang mengikat harmoni sosial dan spiritual masyarakat.
Harapan ke Depan: Penguatan Kolaborasi dan Kemandirian
Dari Musda ke-7 ini muncul harapan kolektif: terbentuknya kepengurusan yang membawa “semangat baru”, memperkuat kolaborasi ulama–pemerintah–dermawan, dan terus meneguhkan peran MUI dalam mewujudkan Lombok Timur yang SMART dan bermartabat. Bupati, Ketua MUI Lotim, perwakilan MUI NTB, serta TGH. Habiburrahman sepakat menjadikan Musda sebagai titik tolak penguatan pembinaan umat, pemantapan fatwa yang bijak, dan sinergi program sosial-ekonomi bagi masyarakat.
Penutup: Musda sebagai Titik Temu Kepentingan Umat dan Daerah
Musda MUI Lotim ke-7 bukan sekadar forum organisasi. Kegiatan ini menegaskan kembali posisi ulama sebagai penjaga moral dan mitra strategis pemerintah dalam menata kehidupan bermasyarakat. Dengan terpilihnya kembali TGH. Ishak Abdul Gani secara aklamasi, serta dukungan penuh dari Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si & TGH. Habiburrahman, Lc serta pengangkatan Drs. Sudjono AE sebagai Sekretaris, MUI Lotim menatap periode 2025–2030 dengan tekad memperkuat peran bimbingan keagamaan, mediasi sosial, dan kolaborasi pembangunan demi kesejahteraan rakyat Lombok Timur.
Hadirin acara: Dewan Pimpinan dan pengurus MUI Lombok Timur, perwakilan MUI Provinsi NTB, unsur TNI/Polri, Ketua Baznas Lotim, serta tokoh agama peserta Musda.
Editor :M Amin