Malam Puncak Alunan Budaya Pringgasela Raya X Sukses, Wabup Lotim Dorong Ke Tingkat Nasional
Foto Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, Saat Malam Puncak Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X(PKP Lotim)
Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM: "Dari 239 Desa, Kami Masih Mempunyai Potensi Yang Cukup Besar Yang Terus Kita Kembangkan Untuk Bisa Mengikuti Jejak Event Yang Ada Di Pringgasela Ini"
Sigap News NTB | Lombok Timur — Rangkaian Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X yang telah berlangsung sejak 18 Juli 2026 ditutup dengan malam puncak yang meriah di kawasan Tugu Mopra Pringgasela, Sabtu (25/7/2026) malam. Berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari fashion show, tari tradisional, musik, hingga teater, memukau ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Malam puncak tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM bersama Ketua GOW Lombok Timur Ny. Sri Mahyu Wardani Edwin yang mendampingi Ketua Dekranasda Provinsi NTB Ny. Hj. Sinta M. Iqbal. Turut hadir mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Ihwan, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Foto Saat Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM Bersama Ketua GOW Ny. Sri Mahyu Wardani Edwin, Ketua Dekranasda Ny. Hj. Sinta M. Iqbal, Kadis Muhammad Ihwan, Saat Malam Puncak Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X (PKP Lotim)
Apresiasi Kementerian Pariwisata
Menteri Pariwisata RI yang diwakili Pelaksana Harian Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Amirosa Ria Satiadji menyampaikan apresiasi kepada Majelis Seni dan Budaya Pringgasela Raya, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, serta seluruh masyarakat yang telah menunjukkan semangat kolaborasi dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event berkualitas.
Menurutnya, Alunan Budaya Desa bukan sekadar sebuah festival, melainkan perayaan identitas dan akar budaya yang terus dirawat serta dikemas secara kreatif sehingga tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Selain menampilkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan kreativitas masyarakat, kegiatan ini dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Penyelenggaraan event seperti Alunan Budaya Desa Pringgasela, lanjutnya, terus didorong pemerintah sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada sektor akomodasi, transportasi, UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wabup: Setiap Event Harus Berdampak bagi Masyarakat
Wabup Edwin menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan event harus memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X dan berharap ke depan semakin banyak event budaya dari Lombok Timur yang mampu menembus ajang Karisma Event Nusantara (KEN).
Menurutnya, potensi wisata budaya di Lombok Timur masih sangat besar dan tersebar di berbagai desa.
"Dari 239 desa, kami masih mempunyai potensi yang cukup besar yang terus kita kembangkan untuk bisa mengikuti jejak event yang ada di Pringgasela ini," ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk terus mendukung berbagai kegiatan kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Pemprov NTB: Pringgasela Menjadi Contoh Desa Berbasis Budaya
Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Ihwan memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Pringgasela dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Menurutnya, melalui Alunan Budaya Desa, masyarakat Pringgasela telah membuktikan bahwa warisan leluhur dapat dikemas secara anggun, modern, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menyebut kain tenun Pringgasela bukan sekadar produk budaya, tetapi juga menyimpan doa, sejarah, harga diri, serta identitas masyarakat NTB.
Karena itu, warisan budaya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau monumen, tetapi terus berkembang sebagai warisan hidup yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kadis Muhammad Ihwan juga berharap Pringgasela dapat menjadi contoh desa yang mampu mengembangkan potensi budaya lokal hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi NTB.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov NTB berkomitmen terus mendorong pengembangan desa wisata, pelestarian wastra Nusantara, serta pemberdayaan UMKM kreatif berbasis budaya.
Dihadiri Berbagai Unsur Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Malam puncak Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, unsur Forkopimda, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Rangkaian pertunjukan seni yang ditampilkan sepanjang malam menjadi penutup yang meriah sekaligus mempertegas posisi Pringgasela sebagai salah satu desa budaya yang terus berkembang dan berpotensi menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Nusa Tenggara Barat.
Editor :M Amin