Festival Muharram 1448 H Berakhir, Bupati Lotim Gaungkan Semangat Hijrah untuk Wujudkan Daerah SMART
Foto Suasana Penutupan Festival Muharram 1448H yang Dipimpin Langsung oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si di GOR Lalu Muslihin, pada Minggu (21/6/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: “Semoga Apa Yang Ingin Kita Raih, Yang Ingin Kita Capai Untuk Menyejahterakan Lombok Timur Dan Masyarakat Lombok Timur Ke Depan, Allah SWT Memberikan Kita Kesempatan Dan Keberkahan”
Sigap News NTB | Lotim — Festival Muharram 1448 Hijriah yang selama sepekan menjadi pusat perhatian masyarakat Lombok Timur resmi ditutup pada Minggu (21/6/2026) malam. Penutupan festival tahunan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur itu dipimpin langsung Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si di GOR Lalu Muslihin, di tengah antusiasme ribuan warga yang memadati arena acara.
Mengusung tema “Menebar Semangat Hijrah, Mewujudkan Lombok Timur SMART,” festival ini tak sekadar menjadi panggung hiburan dan perayaan tahun baru Islam, tetapi juga diposisikan sebagai simbol transformasi sosial menuju Lombok Timur yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing.
Hijrah Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Gerakan Perubahan
Dalam sambutannya, Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si menegaskan bahwa momentum 1 Muharram harus dimaknai lebih dari sekadar pergantian kalender Hijriah. Menurutnya, hijrah sejatinya adalah spirit perubahan yang harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk kemajuan daerah.
“Momen 1 Muharram harus kita manfaatkan untuk melakukan perubahan untuk Lombok Timur yang lebih baik, lebih maju,” tegasnya.
Ia menekankan, seluruh elemen masyarakat perlu bergerak dalam satu semangat untuk mendorong percepatan pembangunan, memperkuat kesejahteraan, serta memastikan Lombok Timur mampu menjawab tantangan masa depan.
“Semoga apa yang ingin kita raih, yang ingin kita capai untuk menyejahterakan Lombok Timur dan masyarakat Lombok Timur ke depan, Allah SWT memberikan kita kesempatan dan keberkahan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing ekonomi masyarakat.
Pemda Janji Festival Hadir Lebih Berkualitas dan Berdampak
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival Muharram pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, festival ini harus berkembang menjadi agenda strategis yang tidak hanya megah secara kemasan, tetapi juga memiliki dampak konkret bagi masyarakat, baik dari sisi budaya, sosial, maupun ekonomi.
Peningkatan kualitas acara, penguatan kurasi pengisi kegiatan, hingga perluasan manfaat ekonomi bagi warga menjadi fokus utama evaluasi pemerintah daerah.
GOR Lalu Muslihin Bergemuruh, Ribuan Warga Tumpah Ruah
Malam penutupan berlangsung spektakuler. Sejak sore hari, ribuan warga dari berbagai penjuru Lombok Timur mulai memadati GOR Lalu Muslihin untuk menyaksikan puncak perayaan.
Atmosfer semakin bergemuruh ketika musisi ibu kota naik ke panggung. Band Gigi sukses membakar semangat penonton lewat deretan lagu andalan. Penampilan Bams dan John Paul Ivan turut menambah euforia malam penutupan.
Tak kalah memukau, musisi lokal Bapackguru juga tampil membawa warna khas daerah, mempertegas kolaborasi harmonis antara talenta nasional dan lokal.
Santunan BPJS hingga Kehadiran Tokoh Penting
Sebelum rangkaian hiburan dimulai, panitia terlebih dahulu menggelar penyerahan santunan kepada sejumlah penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian sosial yang mewarnai penutupan festival.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, hingga Bupati Lombok Timur periode 2013–2018, H. Moch. Ali Bin Dachlan.
Dari 1.448 Dulang hingga UMKM, Festival Jadi Motor Ekonomi Rakyat
Festival Muharram 1448 H sebelumnya dibuka dengan Pawai Taaruf yang menampilkan parade 1.448 dulang, sebuah atraksi budaya yang menjadi simbol semangat kebersamaan dan religiusitas masyarakat Lombok Timur.
Selama sepekan, festival menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya dari para seniman lokal, termasuk penampilan band-band sekolah yang menjadi ruang ekspresi generasi muda.
Namun daya tarik festival tidak berhenti pada panggung hiburan. Ratusan pelaku UMKM juga ikut ambil bagian, menjadikan festival ini sebagai ruang perputaran ekonomi rakyat yang nyata.
Perpaduan antara nilai religius, pelestarian budaya, hiburan modern, dan geliat ekonomi itulah yang menjadikan Festival Muharram 1448 H bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Lebih dari itu, festival ini menegaskan satu pesan kuat: semangat hijrah harus melahirkan perubahan nyata, dari tradisi menuju transformasi, dari perayaan menuju kemajuan.
Editor :M Amin