Jalan Pantai Ketapang Viral! Kilas Balik Perjuangan Dewan Luthfi Dibalik Realisasi Jalan 2,38 Km
Foto Muhammad Luthfi, Anggota DPRD Lombok Timur Dapil 5 dari Partai Perindo (Dok. Pribadi)
Anggota DPRD Lombok Timur Dapil 5 dari Partai Perindo, Muhammad Luthfi: "Awalnya Saya Hanya Diberikan 1,1 Kilometer, Tapi Saya Tidak Setuju Dan Terus Melobi. Alhamdulillah Akhirnya Menjadi 2,38 Kilometer"
Sigap News NTB | Lotim — Kerusakan parah Jalan Sinar Tanjung–Ketapang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, akhirnya menemui titik terang setelah berbulan-bulan viral di media sosial. Ruas jalan yang dipenuhi lubang dan kerap tergenang air itu kini masuk dalam proyek perbaikan sepanjang 2,38 kilometer.
Sorotan publik terhadap kondisi jalan tersebut mencuat sejak Desember 2024. Salah satu unggahan akun Instagram @insidelombok memperlihatkan kondisi jalan yang rusak berat hingga membahayakan pengguna.
Keluhan warga bukan tanpa alasan. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pantai Ketapang, sekaligus jalur vital bagi nelayan dan pelaku usaha lokal. Kerusakan jalan selama ini disebut menghambat distribusi hasil tangkapan ikan, menurunkan minat wisatawan, hingga memukul aktivitas UMKM setempat.
Dari Viral ke Meja Anggaran
Di tengah tekanan publik, Anggota DPRD Lombok Timur dari Partai Perindo, Muhammad Luthfi, muncul sebagai salah satu pihak yang mengklaim mendorong masuknya proyek tersebut dalam pembahasan anggaran.
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar), Dewan Luthfi mengaku mengusulkan perbaikan jalan dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar per Kilometer. Ia menegaskan usulan itu lahir dari aspirasi masyarakat yang terus mengeluhkan kondisi jalan.
Namun dalam prosesnya, usulan tersebut tidak berjalan mulus. Dewan Luthfi menyebut sempat terjadi dinamika di internal DPRD, termasuk munculnya usulan serupa dari anggota dewan lain.
Lobi Alot, Panjang Jalan Bertambah
Dewan Luthfi mengungkapkan, pada tahap awal pembahasan, panjang pekerjaan yang disetujui hanya sekitar 1,1 kilometer. Ia kemudian melakukan lobi intensif agar cakupan proyek diperluas.
Hasilnya, panjang ruas yang disetujui bertambah menjadi 2,38 kilometer senilai Rp 8,33 milyar.
“Awalnya saya hanya diberikan 1,1 kilometer, tapi saya tidak setuju dan terus melobi. Alhamdulillah akhirnya menjadi 2,38 kilometer,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia juga mengklaim terus mendorong agar panjang penanganan jalan bisa ditingkatkan hingga 3 kilometer melalui koordinasi dengan Dinas PUPR dan pemerintah daerah.
Dampak Ekonomi Jadi Taruhan
Perbaikan Jalan Sinar Tanjung–Ketapang bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ruas ini menjadi urat nadi ekonomi kawasan pesisir Pringgabaya.
Selama ini, nelayan kesulitan mengangkut hasil tangkapan akibat kondisi jalan yang rusak. Di sisi lain, akses wisata menuju Pantai Ketapang ikut terdampak, menyebabkan penurunan kunjungan.
Pelaku UMKM juga merasakan imbasnya. Distribusi produk lokal, baik kerajinan maupun kuliner, terhambat akibat buruknya akses transportasi.
Dengan perbaikan jalan, diharapkan distribusi hasil laut lebih cepat, arus wisata kembali hidup, dan ekonomi lokal ikut terdongkrak.
Dewan Luthfi: Politik Adalah Jalan Pengabdian
Muhammad Luthfi sendiri merupakan wajah baru di DPRD Lombok Timur. Pengusaha yang baru terjun ke politik pada Pemilu 2024 ini resmi dilantik sebagai anggota dewan pada 21 Agustus 2024.
Ia mengaku tidak memiliki latar belakang politik sebelumnya. Namun, keputusannya maju sebagai calon legislatif didorong keinginan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Bagi saya, dewan adalah sarana pengabdian. Mungkin saya tidak pandai retorika, tapi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, saya akan terus berusaha,” tegasnya.
Ke depan, Luthfi menyatakan akan fokus mendorong sektor ekonomi, pertanian, kesehatan, dan pariwisata, empat bidang yang dinilainya paling berdampak langsung bagi masyarakat Lombok Timur.
Editor :M Amin